Selain JK, Ahok Juga Tak Beri Hormat pada Bendera

Wanda Indana    •    Selasa, 18 Aug 2015 11:00 WIB
hut ke-70 ri
Selain JK, Ahok Juga Tak Beri Hormat pada Bendera
Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok)--MI/Ramdani

Metrotvnews.com, Jakarta: Gubernur DKI Jakarta Basuki `Ahok` Tjahaja Purnama tidak menghormati bendera Merah Putih dengan mengangkat tangan di sisi kanan kepala saat mengikuti upacara peringatan Hari Kemerdekaan RI ke 70 di Istana Negara. Menurut Ahok, aturan protokoler tidak mewajibkan siapapun yang berada di samping kanan, kiri dan belakang Presiden untuk mengangkat tangan menghormati bendera.

"Enggak perlu katanya. Kalau kita di belakang Presiden enggak perlu, samping juga enggak, depan iya (perlu hormat). Kalau militer samping belakang perlu, itu soal protokoler saja," ujar Ahok di Balai Kota, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Senin (17/8/2015).

Terkait Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK) yang juga tidak menghormati bendera Merah Putih, menutut Ahok, hal itu tidak menjadi masalah. Masyarakat juga perlu mengetahui aturan terkait perghormataan kepada bendera.

"Secara protokoler itu macam-macam. Saya juga tanya saya perlu hormat atau tidak? Katanya itu tidak perlu, kecuali militer, atau kita di depan presiden, tafsiran protokoler. Makanya tadi saya juga bingung nih hormat apa enggak nih, tapi katanya enggak perlu," jelas suami Veronica Tan itu.

Wakil Presiden Jusuf Kalla tertangkap kamera tidak hormat bendera saat pengibaran Merah Putih dalam upacara peringatan HUT ke-70 Republik Indonesia di Istana Merdeka, Jakarta. Meski hanya tampil selintas di layar televisi, tak urung JK menjadi pembicaraan netizen di dunia maya.
 
Seperti cuit pemilik akun twitter @ayurizkiyani07Kenapa Pak JK tdk mau Hormat pada saat pengibaran bendera ya? Itu kan seorang Wapres hrs pny rasa nasionalisme & menghormati Bangsa Sendiri.
 
Hal serupa diungkapkan @husni_tan saat Pengibaran Bendera pusaka @Pak_JK tidak memberikan Penghormatan, ada apa dgn tangan kanannya?.

Berdasarkan Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 40 Tahun 1958 tentang Bendera Kebangsaan Republik Indonesia, Pasal 20, pada waktu upacara penaikan atau penurunan bendera kebangsaan, semua orang yang hadir harus memberi hormat dengan berdiri tegak, berdiam diri, sambil menghadapkan muka kepada bendera sampai upacara selesai.
 
Mereka yang berpakaian seragam dari sesuatu organisasi memberi hormat menurut cara yang telah ditentukan oleh organisasinya. Tetapi, mereka yang tidak berpakaian seragam, cukup memberi hormat dengan meluruskan lengan ke bawah dan melekatkan tapak tangan dengan jari-jari rapat pada paha, sedang semua jenis penutup kepala harus dibuka, kecuali kopiah, ikat kepala, sorban dan kudung atau topi-wanita yang dipakai menurut agama atau adat-kebiasaan.


(YDH)

ICW: Nama Hilang di Dakwaan Setnov Karena KPK Hati-hati

ICW: Nama Hilang di Dakwaan Setnov Karena KPK Hati-hati

6 hours Ago

Peneliti Indonesia Corruption Watch (ICW) berpendapat hilangnya sejumlah nama politisi yang seb…

BERITA LAINNYA