Pangdam Brawijaya: Teatrikal 'Palu Arit' di Pamekasan bukan Bentuk Pemberontakan

Agus Josiandi    •    Selasa, 18 Aug 2015 11:31 WIB
hut ke-70 ri
Pangdam Brawijaya: Teatrikal 'Palu Arit' di Pamekasan bukan Bentuk Pemberontakan
Arak-arakan peserta yang membawa atribut palu arit yang identik dengan Partai Komunis Indonesia, di Pamekasan, Jawa Timur, Metrotvnews.com - Agus Josiandi

Metrotvnews.com, Surabaya: Aksi teatrikal memperingati HUT ke-70 RI di Pamekasan, Jawa Timur (Jatim), dua hari lalu sempat heboh. Sebab, peserta aksi membawa gambar berupa palu arit yang identik dengan Partai Komunis Indonesia. Namun Panglima Kodam (Pangdam) V/Brawijaya, Mayjen TNI Sumardi, menegaskan kehadiran gambar tersebut bukan bentuk pemberontakan.

"Mereka hanya ingin menceritakan 17 Agustus 1945. Yang sempat ada pemberontakan PKI pada tahun 1965. Yang jelas itu hanya sebuah karnaval biasa dan tidak ada tendensi lain," kata Mayjen TNI Sumardi usai mengikuti upacara HUT RI di Gedung Negara Grahadi, Senin (17/8/2015).

Meski demikian, Pangdam tetap meminta jajaran pimpinan Kodim se-Jatim berhati-hati. Jangan sampai, katanya, gambar tersebut berpotensi memunculkan tindakan pemberontakan. TNI, katanya, tak akan diam bila ada oknum yang ingin membangkitkan kembali PKI di provinsi tersebut.

Pesta karnaval itu diikuti sejumlah pelajar. Mereka menggelar aksi teatrikal dengan memunculkan atribut bergambar palu dan arit berwarna merah. Simbol itu identik dengan pemberontakan G 30 S PKI pada kepemimpinan Presiden Soekarno tahun 1965.

Tak hanya simbol, peserta karnaval juga membawa poster bergambar tokoh PKI. Misalnya DN Aidit, Letkol Untung, dan Chairul Saleh.
 


(RRN)

Kuasa Hukum Novanto Sebut Dakwaan KPK Bermasalah

Kuasa Hukum Novanto Sebut Dakwaan KPK Bermasalah

1 day Ago

Pengacara terdakwa kasus korupsi KTP-el Setya Novanto, Maqdir Ismail menuding dakwaan milik KPK…

BERITA LAINNYA