Pelemahan Rupiah Tidak Hambat Pembangunan Pabrik Pusri

Antara    •    Selasa, 18 Aug 2015 11:45 WIB
rupiah melemah
Pelemahan Rupiah Tidak Hambat Pembangunan Pabrik Pusri

Metrotvnews.com, Palembang: Pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (USD) akhir-akhir ini diperkirakan tidak menghambat kegiatan pembangunan satu pabrik baru proyek revitalisasi pabrik tua milik PT Pupuk Sriwidjaja dan proyek pengembangan lainnya.

"Pembangunan pabrik baru tidak terganggu dengan kondisi pelemahan nilai tukar rupiah. Pembangunannya hampir selesai. Hingga Agustus 2015 ini telah mencapai 93 persen dan tidak ada lagi pembelian barang yang harganya ditentukan berdasarkan USD," kata Direktur Utama PT Pupuk Sriwidjaja (Pusri) Musthofa, di Palembang, Selasa (18/8/2015).

Dia menjelaskan, perkembangan pelaksanaan pembangunan satu pabrik baru dalam rangka revitalisasi pabrik paling tua milik PT Pusri, yakni pabrik Pusri II yang dibangun pada 1974, hingga kini berjalan sesuai rencana yang ditetapkan.

"Proyek revitalisasi pabrik tua yang dimulai sejak 8 April 2013 hingga Agustus 2015 ini tidak ada masalah, semua kegiatan pembangunan berjalan sesuai target dan jika tidak ada hambatan yang berarti pada Desember nanti sudah mulai beroperasi," jelasnya.

Menurut dia, saat ini PT Pusri memiliki empat pabrik dengan total kapasitas produksi mencapai 2,262 juta ton per tahun, namun karena kondisinya sudah tua, kapasitas produksi tersebut beberapa tahun terakhir tidak pernah tercapai secara maksimal.

Kondisi empat pabrik tersebut rata-rata usianya 35 tahun ke atas, sedangkan idealnya usia pabrik pupuk maksimal 20 tahun. "Semua pabrik PT Pusri di Palembang kondisinya memprihatinkan karena sudah berusia tua. Pabrik yang usianya relatif paling muda adalah pabrik Pusri IB yang dibangun pada 1994," ujarnya.

Guna meningkatkan produksi pupuk urea dan amonia, pihaknya berupaya secara bertahap melakukan revitalisasi pabrik tua dengan prioritas revitalisasi pabrik paling tua, yakni pabrik Pusri II yang dibangun pada 1974.

Proyek revitalisasi pabrik paling tua yang sedang berjalan sekarang ini dikerjakan oleh konsorsium PT Rekayasa Industri dan Toyo Engineering Corporation, dengan nilai investasi Rp7,4 triliun. Pabrik Pusri IIB menggunakan teknologi KBR Purifier Technology, untuk pabrik amonia, dan teknologi Aces 21 milik Toyo dan Pusri sebagai co-licencor untuk pabrik urea.


(ABD)

Kuasa Hukum Novanto Sebut Dakwaan KPK Bermasalah

Kuasa Hukum Novanto Sebut Dakwaan KPK Bermasalah

1 day Ago

Pengacara terdakwa kasus korupsi KTP-el Setya Novanto, Maqdir Ismail menuding dakwaan milik KPK…

BERITA LAINNYA