Indonesia Negara Pertama di Dunia Terkait Rancangan Aksi SCP

   •    Rabu, 05 Jun 2013 05:02 WIB
Indonesia Negara Pertama di Dunia Terkait Rancangan Aksi SCP
Henry Bastaman-MI/Iwan Kurniawan/bo

Metrotvnews.com, Jakarta: Konsumsi dan produksi berkelanjutan atau sustainable consumption and production (SCP) menjadi konsep penting dalam lingkup isu perubahan iklim. Konsep SCP ini telah dicanangkan sejak Deklarasi Rio 1992 dan dikuatkan dalam Johannesburg Plan of Implementation 2002 lalu.

Dan pada Hari Lingkungan Hidup Se-Dunia yang jatuh 5 Juni 2013, Indonesia akan menjadi negara Pertama di Dunia yang memiliki rancangan aksi SCP. KLH akan meluncurkan Kerangka Kerja 10 tahun Konsumsi dan Produksi Berkelanjutan (SCP) di Indonesia, 2013-2023.

Upaya ini dalam rangka mewujudkan dan mempercepat penerapan UU No. 32 tahun 2009, tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup dan memberikan wadah bagi masyarakay dan stakeholder untuk secara nyata melakukan upaya perlindungan dan pengelolaan lingkungan hidup menuju pembangunan berkelanjutan.

Untuk fase pertama, program yang diusulkan adalah Green public Pro-curement, Green Building, Green Industry, dan Green tourism. Program-program tersebut merupakan program "Quick Wins" yang diusung KLH bersama kementerian teknis terkait, yaitu Kementerian PU, LKPP, Kementerian Perindustrian dan Kementerian Pariwisata. Untuk pelaksanaannya, program tersebut akan dimasukkan dalam RPJMN 2015-2019.

"Target awal kami, dalam 10 tahun ke depan setidaknya akan ada sekitar 50 green building milik pemerintah di setiap kota. Ini juga untuk membuka pasar bagi perusahaan konstruksi yang berorientasi hijau ," ungkap Deputi VII Bidang Pembinaan sarana Teknis Lingkungan dan Peningkatan Kapasitas Kementerian Lingkungan Hidup (KLH), Henry Bastaman, kepada Media Indonesia beberapa waktu lalu.

Selain Green Building, terdapat pula Green Public Procurement (GPP), pengadaan barang disemua instansi pemerintah akan distandardisasi dan dipastikan memenuhi kriteria 'hijau'. Sementara, Green Industry, KLH akan bekerjasama dengan sejumlah kementerian dan instansi untuk menentapkan kriteria-kriteria industri hijau dan membina industri-indusrinya. Sedangkan, Green Tourism, KLH akan bekerja sama dengan Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif guna menetapkan kriteria pariwisata hijau, membina industri parekraf.

Saat ini, setiap negara membuat sendiri rancangan program 10 tahun SCP.
SCP sendiri, lanjut Henry, berfokus pada upaya pengurangan dampak negatif konsumsi dan produksi yang tidak berkelanjutan. Diharapkan, SCP bisa menjadi solusi bagi aksi mitigasi dan adaptasi terhadap perubahan iklim. Gaung ini memang terasa lebih lemah ketimbang rancangan aksi berbasis mitigasi seperti rehabilitasi dan reboisasi hutan. (Siska Nurifah)