Lagi, OJK Ingatkan BUMN Melantai di Pasar Modal

Dian Ihsan Siregar    •    Selasa, 18 Aug 2015 12:39 WIB
bumnpasar modal
Lagi, OJK Ingatkan BUMN Melantai di Pasar Modal
Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal OJK Nurhaida (FOTO ANTARA/Yudhi Mahatma)

‎Metrotvnews.com, Jakarta: Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mendorong secara optimal perusahaan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) dan entitas anaknya masuk ke pasar modal untuk melakukan penawaran umum perdana saham atau Initial Public Offering (IPO). Langkah itu bertujuan untuk mendapatkan pendanaan melalui pasar modal agar bisa mengembangkan usahanya.

Hal ini seperti diutarakan Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal OJK Nurhaida, ketika ditemui di Hotel Borobudur, Jakarta, Selasa (18/8/2015).‎

"Dalam mendukung ‎program pemerintah melalui proyek jangka panjang infrastruktur membutuhkan pendanaan yang tidak sedikit. Untuk itu, perusahaan BUMN harus berpartisipasi di pasar modal. BUMN punya moto untuk negeri, jadi BUMN harus bisa manfaatkan pasar modal dalam mencari investasi dan biayai program pemerintah," ucap dia.

‎Dengan memanfaatkan dana dari Bursa Efek Indonesia (BEI), dia menyebutkan, dapat meningkatkan efisiensi dan efektifitas. Selain itu, solvabilitas perseroan bisa menjadi tinggi, karena dengan go public sebagai media promosi.

"Perseroan dapat diperhatikan masyarakat dan komunitas keuangan, sehingga dapat memperbaiki citra perseroan. Perseroan juga jadi lebih fokus dan tanggung jawab dalam mengelola dana dengan jumlah cukup besar yang diperoleh dari kegiatan di pasar modal," sebut dia.

Adapun risiko finansial menjadi‎ lebih ringan. Sebab, pemegang saham diberikan deviden yang besarnya sesuai dengan keuntungan yang dihasilkan perseroan.  Selain itu, BUMN go public akan menambah investasi, sehingga jumlah investor bisa meningkat, serta supply-nya juga.

"Karena banyak yang masuk pasar modal akan mencapai likuiditas yang tinggi. Dan efeknya positif akan meningkatkan perekonomian," tutur Nurhaida.

Sampai saat ini ada 33 BUMN dan entitas anaknya yang telah memanfaatkan sarana pasar modal. Ada sebanyak 22 yang telah melakukan IPO di pasar modal, dengan beragam sektor usaha, seperti perbankan, properti, pertambangan, telekomunikasi, dan transportasi. Total kapitalisasi saham-saham BUMN sudah mencapai Rp423,3 triliun, atau naik tiga kali lipat dari nilai pada saat awal emisi.

"Dengan keadaan itu, maka terlihat besarnya potensi keuntungan yang diperoleh perusahaan BUMN dari bursa," tutup Nurhaida.


(ABD)