Ada 3 Isu Krusial Hadang Darmin Nasution

Antara    •    Selasa, 18 Aug 2015 13:45 WIB
menko perekonomian
Ada 3 Isu Krusial Hadang Darmin Nasution
Gedung Parlemen (MI/SUSANTO)

Metrotvnews.com, Jakarta: Anggota Komisi XI DPR RI Andreas Eddy Susetyo mengungkapkan bahwa terdapat tiga isu krusial menghadang Menteri Koordinator Perekonomian Darmin Nasution untuk ditangani yaitu pangan, kurs rupiah, dan harga minyak.

"Kerentanan di bidang pangan baik aspek persediaan maupun lonjakan harga, pelemahan rupiah terhadap dolar AS dan merosotnya harga minyak dunia akan menjadi isu krusial," kata Andreas, dalam keterangan tertulisnya, di Jakarta, Selasa (18/8/2015).

Dia mengatakan di bidang pangan, Indonesia sangat rentan terhadap permainan para spekulan dan mafia sehingga lonjakan harga berbagai komoditas seperti cabai, beras, daging dan bahan pangan lain seolah menjadi tradisi yang tak terselesaikan.

Pemerintah juga perlu memperhatikan adanya fenomena alam berupa badai El Nino di mana Indonesia adalah salah satu negara yang bakal terkena dampaknya, sebagaimana yang terjadi pada 1997 (setahun sebelum krisis ekonomi 1998).

"Pemerintah harus menyiapkan kebijakan strategis yang bersifat antisipasif dari sekarang agar krisis seperti 1998 tidak terjadi," jelas dia.

Sedangkan isu krusial di bidang nilai tukar yakni devaluasi mata uang yuan saat ini telah menambah ketidakpastian ekonomi global sehingga menambah kekhawatiran perekonomian dunia yang jika berlanjut berpotensi menimbulkan krisis lebih parah.

"Harus diakui bahwa sentimen pasar terhadap nilai tukar rupiah saat ini telanjur negatif," jelasnya.

Sementara itu, berkaitan dengan harga minyak, batas bawah yang diambil pemerintah sebesar USD60 per barel dari asumsi makro USD60-USD70 per barel dinilai sudah tepat. Namun gelojak internasional perlu diantisipasi terutama apabila senat AS menyetujui ditetapkannya perjanjian bilateral antara Amerika Serikat dan Iran.

"Jika hal itu terjadi, minyak Iran akan membanjiri pasar yang otomatis menyebabkan harga minyak anjlok. Perlu ada skenario agar merosotnya harga minyak dunia dan rupiah tidak berimbas terlalu jauh ke sektor ekspor Indonesia. Sebab Indonesia mengandalkan ekspor komoditas di mana pasar komoditas ini akan terpukul apabila harga minyak dunia merosot," pungkas dia.



(ABD)