Ini Cara Ony Tipu Perwira Polri

Lukman Diah Sari    •    Selasa, 18 Aug 2015 14:35 WIB
penipuan
Ini Cara Ony Tipu Perwira Polri
Ony saat dicokok selepas bebas----MTVN/Lukman

Metrotvnews.com, Jakarta: Menginap di balik jeruji besi selama dua tahun karena penipuan pejabat Polri, tak membuat Ony Suryanto, 32, jera. Dari dalam Lapas Kelas 2A Salemba, Jakarta Pusat, Ony tetap bisa melakukan aksi penipuan yang sudah menjeratnya.

Lantas, bagaimana Ony melakukan penipuan tersebut. Direktur Reserse dan Kriminal Umum Polda Metro Jaya, Kombes Pol Krishna Murti ungkap cerita.

"Ony sering melakukan penipuan melalui telepon dan mengaku mengatasnamakan sebagai pejabat kepolisian," kata Krishna di Mapolda Metro Jaya, Jalan Jenderal Sudirman, Jakarta Selatan, Selasa (18/8/2015).

Diketahui, Ony mengaku sebagai perwira tinggi berpangkat jenderal saat melancarkan aksinya. Dia pun berhasil mengelabui perwira menengah sekelas Kapolsek maupun Kapolres.

"Dia menghubungi orang-orang siapapun yang sekiranya kenal dengan pejabat itu atau anak buahnya seluruh wilayah Indonesia," tuturnya.

Dengan cerdik, Ony menggunakan modus, seolah sebagai pejabat yang meminta uang dengan dalih kegiatan di suatu daerah dan membutuhkan fasilitas.

"Dia sudah merugikan banyak orang, bahkan dia ini pernah telepon saya. Minta nomor salah satu Kapolsek di Jakarta ngaku sebagai Dirintel Polda Jateng. Nanti dia telepon Kapolsek yang seolah-olah telepon itu dari saya untuk operasi apa dan sebagainya," jelas Krishna.


Direskrimum Polda Metro Jaya, Kombes Pol Krishna Murti (MTVN)

Lantas bagaimana korban bisa percaya. Krishna menuturkan, Ony berlaga selayaknya senior ke junior di kepolisian. Selain itu, Ony menggunakan 'nomor cantik' yang serupa dengan nomor telepon pejabat Polri.

"Pintar dia. Karena pakai nomor cantik dan gaya-gaya mirip kepolisian. Sudah kayak senior dia. Misal: 'Dek saya sedang di daerah ini sedang melakukan operasi, tolong dibantu anak buah saya transfer ke rekening," jelasnya.

Krishna menebar, Ony pernah mengaku sebagai Wakil Kapolri, Kadiv Propam Polri, Kepala Korps Lalu Lintas, Dir Intel, Dirkrimum, Sekjen Dewan Pertahanan Nasional, Kapolda, hingga pejabat BNN.

Dari hasil menipu anggota Polri, diyakini penghasilannya hingga puluhan juta rupiah. Pasalnya, sekali menipu minimal dia meminta Rp10 juta.

Selain itu, untuk memuluskan aksinya. Dia juga dibantu petugas Lapas yang memberinya ponsel dengan harga Rp2 juta. Tak gratis, Ony juga menyetor uang ke penjaga Lapas dari hasil tipu-menipu yang dia lakukan.


(TII)