Dirjen Industri Kimia Kemenperin Digarap Penyidik Polda

Lukman Diah Sari    •    Selasa, 18 Aug 2015 14:52 WIB
dwelling time
Dirjen Industri Kimia Kemenperin Digarap Penyidik Polda
Dirjen Industri Kimia, Tekstil dan Anek Kemenperin Harjanto----MI/Bary Fatahillah

Metrotvnews.com, Jakarta: Harjanto, Direktur Jenderal Basis Industri Kimia, Tekstil dan Aneka Kementerian Perindustrian, diperiksa penyidik tim khusus Polda Metro Jaya. Dia dipanggil terkait penyidikan dugaan suap dan gratifikasi dalam waktu bongkar muat (dwelling time) Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta Utara.

"Hari ini kita memeriksa salah satu Dirjen Industri Kimia, Tekstil dan Aneka Kementerian Perindustrian, bapak Harjanto," ucap Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Mohamad Iqbal di Mapolda Metro Jaya, jalan Jenderal Sudirman, Jakarta Selatan, Selasa (18/7/2015).

Harjanto diperiksa sebagai saksi dalam kasus yang sudah menyeret Partogi Pangaribuan, kolega eselon satu beda instansi. Sebab, Harjanto diduga mengetahui bagaimana proses rekomendasi izin impor diajukan ke direktorat yang dipimpinnya.

"Untuk kuota impor garam, kita lakukan pemeriksaan intensif," ujarnya.

Terkait kasus ini, penyidik Polda Metro Jaya sudah menggeledah kantor kementerian yang dipimpin Saleh Husin itu. Dari penggeledahan itu penyidik menyita sejumlah dokumen dan memeriksa empat saksi.

Kapolda Metro Jaya Irjen Tito Karniavan sempat menyebut pemeriksaan terhadap pejabat eselon I ini lantaran pihaknya ingin mendapat keterangan soal rekomendasi impor dari Kemenperin.
"Terkait dengan rekomendasi," ucap Tito, Jumat, 14 Agustus, lalu.

Dalam kasus itu, Polda Metro Jaya sudah menetapkan Dirjen Perdagangan Luar Negeri non-aktif Partogi Pangaribuan sebagai tersangka terkait kasus dugaan suap dan gratifikasi dalam dwelling time. Selain Partogi, ada Lucia Maryati, salah satu direktur di PT Garindo; Imam Aryanta, Kasubdit Barang Modal Direktorat Impor Ditjen Daglu; Musyafa, tenaga honorer di Kemendag; dan Mingkeng, importir PT Abadi Raya.


(TII)