Pelajar Diwajibkan Baca Literatur Sebelum Belajar di Sekolah

Meilikhah    •    Selasa, 18 Aug 2015 15:40 WIB
pendidikan
Pelajar Diwajibkan Baca Literatur Sebelum Belajar di Sekolah
Kepala Badan Bahasa Kemendikbud Mahsun.MTVN/Meilikhah

Metrotvnews.com, Jakarta: Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan melalui Peraturan Menteri Nomor 23 Tahun 2013 meluncurkan sebuah gerakan literasi sekolah. Gerakan ini bertujuan menumbuhkan sikap budi pekerti luhur kepada anak lewat bahasa.

Gerakan literasi akan mewajibkan seluruh peserta didik mengawali kegiatan belajar dengan membaca literatur. Tapi literaturnya tak berhubungan dengan mata pelajaran di sekolah.

"Kegiatan ini dalam rangka menumbuh-kembangkan anak menjadi sosok yang utuh dengan mewajibkan membaca sebelum jam pelajaran dimulai, karena ini kurikulum budi pekerti, kegiatan baca tulis juga harus menumbuhkan budi pekerti anak," kata Kepala Badan Bahasa Kemendikbud, Mahsun, di Balairung Kirana, Jakarta Selatan, Selasa (18/8/2015).

Mahsun menjelaskan, anak dibebaskan membaca literatur yang mereka suka. Syaratnya, bacaan mereka berhubungan dengan budi pekerti. Menurut dia, tak masuk akal menumbuhkan budi pekerti anak lewat buku pelajaran umum yang tak membahas tentang budi pekerti.

Dia mencontohkan, anak-anak bisa membaca kisah, cerita maupun dongeng-dongeng lokal yang bercerita tentang budi pekerti seperti cerita rakyat maupun cerita tentang kearifan lokal. Dari buku-buku tersebut anak bisa mencontoh sikap budi pekerti yang dilakonkan oleh para tokoh cerita.

"Nanti cerita-cerita itu disesuaikan dengan kemampuan berbahasa dan daya pikir anak," katanya.


(ICH)