Politikus PDIP: Reshuffle Jilid II Oktober

Astri Novaria    •    Selasa, 18 Aug 2015 15:40 WIB
reshuffle kabinet
Politikus PDIP: <i>Reshuffle</i> Jilid II Oktober
Hendrawan Supratikno. Foto: MI/Adam Dwi

Metrotvnews.com, Jakarta: Politikus PDI Perjuangan Hendrawan Supratikno mengatakan, Presiden Joko Widodo akan kembali merombak Kabinet Kerja. Menurutnya, reshuffle kabinet beberapa waktu lalu belum menjawab harapan publik.

"Reshuffle kabinet dilakukan karena ada beberapa menteri yang kinerjanya dinilai tidak baik, koordinasinya tidak solid. Setelah kondisi ini, persoalan kinerja yang tidak maksimal dan koordinasi yang tidak solid ternyata masih ada," kata Hendrawan di Gedung DPR, Jakarta, Selasa (18/8/2015).

(Klik: Kondisi Ekonomi Alasan Utama Jokowi Ganti 6 Menteri)

Hendrawan menolak merinci menteri yang dianggap kinerjanya belum memuaskan. Menurutnya, reshuffle Kabinet Kerja minimalis, agar tidak menimbulkan goncangan. "Publik tahu lah mana menteri yang kurang pas di bagiannya," imbuhnya.


kiri ke kanan: Tom Lembong, Luhut Panjaitan, Sofyan Djalil, Pramono Anung, Rizal Ramli, dan Darmin Nasution. Foto: AFP

Dia menilai tiga menteri hasil reshuffle sudah berada di posisi yang tepat. Hendrawan memberikan catatan khusus kepada Menteri Perdagangan Thomas Lembong dan Menteri PPN/Kepala Bappenas Sofyan Djalil.

"Memang ada dua yang dipersoalkan. Thomas Lembong back ground-nya investment, jadi lebih banyak di sektor non riil. Pak Sofyan Djalil kenapa kok di Bappenas sementara dia ahli hukum dan tata kelola perusahaan," tandasnya.

(Klik: NasDem Harap Tak Ada Reshuffle Tahap II )

PDI Perjuangan, menurutnya, mendorong Presiden kembali merombak kabinet saat usia pemerintahan ini pas satu tahun. Hal itu akan disampaikan saat elite partai politik Koalisi Indonesia Hebat bertemu Presiden. "Menurut kami, Oktober paling cepat (reshuffle kabinet) dilakukan," kata Hendrawan.


(TRK)

Kuasa Hukum Novanto Sebut Dakwaan KPK Bermasalah

Kuasa Hukum Novanto Sebut Dakwaan KPK Bermasalah

12 hours Ago

Pengacara terdakwa kasus korupsi KTP-el Setya Novanto, Maqdir Ismail menuding dakwaan milik KPK…

BERITA LAINNYA