Mentan: Blusukan Jadi Kantor Berjalan Atasi Masalah Pertanian

Husen Miftahudin    •    Selasa, 18 Aug 2015 15:48 WIB
kementan ads
Mentan: <i>Blusukan</i> Jadi Kantor Berjalan Atasi Masalah Pertanian
Mentan Amran Sulaiman saat blusukan di Bima beberapa waktu lalu. FOTO: MTVN/Husen Miftahudin

Metrotvnews.com, Jakarta: Menteri Pertanian (Mentan) Amran Sulaiman mengakui blusukan ke daerah-daerah merupakan kantor berjalannya dalam menyelesaikan masalah pertanian. Misalnya kekeringan. Ayah empat anak ini langsung turun ke lapangan dan mendengarkan keluh kesah para petani yang mengalami kekeringan, apalagi pada Oktober, saat musim tanam akan dimulai.

"Saya minta semua turun ke lapangan sesuai dengan tanggung jawab yang ditunjuk di setiap daerah. Dengarkan keluhan petani dan segera laporkan. Berikan yang terbaik untuk petani," tegas Amran, menginstruksikan bawahannya yang ada di Kementerian Pertanian (Kementan) seperti dikutip dalam keterangan tertulisnya, Jakarta, Selasa (18/8/2015).

Selain itu, lanjut dia, serapan anggaran juga merupakan hal yang harus ditingkatkan di lingkungan Kementan. Hal ini mengingat serapan anggaran Kementan hingga awal Juni 2015 baru terserap sebanyak Rp6,27 triliun atau sekitar 39,49 persen dari Pagu Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2015 sebesar Rp15,88 triliun.

Soal pertanian, Amran memang tak tanggung-tanggung mengabdikan dirinya. Terbukti, anggaran perjalanan dinas Kementan sebanyak Rp4,6 triliun ia pangkas dan dialihkan kepada petani yang berwujud bantuan pompa air, traktor, benih, pembangunan jaringan irigasi tersier serta pengadaan pupuk.

Pria yang dilahirkan di Bone, Sulawesi Selatan pada 47 tahun silam ini telah melakukan blusukan ke lebih dari 300 kabupaten/kota seluruh pelosok negeri. Meskipun hanya beberapa saat, blusukannya tersebut harus menjadi sarana dirinya mendengarkan keluh kesah para petani. Bahkan, di situ pulalah Amran menyelesaikan permasalahan yang mendera petani dan pertanian.

Dengan demikian, yakin dia, target swasembada pangan akan tercapai. Bukan tidak mungkin, jika permasalahan pertanian terselesaikan, maka pemerintah akan swasembada pangan dalam dua tahun mendatang, tepatnya pada 2017.

"Satu tekad saya agar program kerjanya tercapai maksimal adalah untuk target Indonesia berswasembada pangan dalam dua atau paling lambat tiga tahun ke depan. Tapi Insya Allah bisa kita capai dua tahun saja," paparnya.

Penyelesaian permasalahan yang cepat merupakan filosofi yang ia tanamkan sejak kecil. Hal itu pulalah yang yang membuat dirinya harus menyelesaikan masalah pertanian dalam waktu yang singkat agar target swasembada pangan tercapai tepat pada waktunya.

"Hati juga harus bersih, kerja keras. Kalau berjalan, harus cepat dan cepat. Saya terbiasa bertindak cepat," pungkas Amran.


(AHL)

Kuasa Hukum Novanto Sebut Dakwaan KPK Bermasalah

Kuasa Hukum Novanto Sebut Dakwaan KPK Bermasalah

11 hours Ago

Pengacara terdakwa kasus korupsi KTP-el Setya Novanto, Maqdir Ismail menuding dakwaan milik KPK…

BERITA LAINNYA