Kuartal II-2015, Rupiah Melemah 2,47%

Eko Nordiansyah    •    Selasa, 18 Aug 2015 16:55 WIB
rupiah melemah
Kuartal II-2015, Rupiah Melemah 2,47%
Gubernur BI Agus Martowardojo (ANTARA FOTO/Andika Wahyu)

Metrotvnews.com, Jakarta: Bank Indonesia (BI) mencatat, pelemahan yang dialami oleh nilai tukar rupiah pada kuartal II-2015 secara rata-rata sebesar 2,47 persen. Nilai tukar rupiah mengalami depresiasi, terutama dipengaruhi oleh sentimen eksternal.

"Pada kuartal II-2015, rupiah secara rata-rata melemah sebesar 2,47 persen (quartal to quartal/qtq) ke level Rp13.131 per USD," ujar Gubernur BI Agus Martowardojo, di Gedung BI, Jalan MH Thamrin, Jakarta Pusat, Selasa (18/8/2015).

Dirinya menambahkan, tekanan terhadap rupiah pada kuartal II-2015 tersebut dipengaruhi antisipasi investor atas rencana kenaikan suku bunga AS (Fed Fund Rate/FFR) dan Quantitative Easing European Central Bank (ECB), serta dinamika negosiasi fiskal Yunani. 

Selain itu, faktor dalam negeri yang memengaruhi adalah meningkatnya permintaan valas untuk pembayaran utang dan dividen sesuai pola musiman pada kuartal II-2015. "Namun, tekanan tersebut tertahan oleh sentimen positif terkait kenaikan outlook rating Indonesia oleh S&P dari stable menjadi positif dan meningkatnya surplus neraca perdagangan," terang dia.

Lebih lanjut, Agus mengungkapkan bahwa perkembangan terakhir juga menunjukkan bahwa sejalan dengan reaksi pasar global terhadap keputusan Tiongkok yang melakukan depresiasi mata uang yuan, sehingga hampir seluruh mata uang dunia termasuk rupiah mengalami tekanan depresiasi.

"Rupiah mencatat pelemahan cukup dalam (overshoot) dan telah berada di bawah nilai fundamentalnya (undervalued). Menyikapi perkembangan tersebut, Bank Indonesia telah dan akan terus berada di pasar untuk melakukan upaya stabilisasi nilai tukar rupiah sesuai dengan nilai fundamentalnya, sehingga dapat mendukung terjaganya stabilitas makroekonomi dan sistem keuangan," pungkasnya.


(ABD)