Sean Bersiap Hadapi Seri GP2 di Spa

   •    Selasa, 18 Aug 2015 21:41 WIB
sean gelael
Sean Bersiap Hadapi Seri GP2 di Spa
Sean Gelael (Dok: Pribadi)

Metrotvnews.com, London: Setelah hampir sebulan tidak membalap, Sean Gelael akan memulai masa-masa sibuk pada akhir musim panas ini di lintasan-lintasan balap Eropa, dimana Sean akan mengikuti seri GP2, yang juga merupakan balapan pendukung Belgian Grand Prix di Sirkuit Spa-Francorchamps.
 
Ini adalah kali kedua Sean membalap di Kejuaraan GP2, setelah debut perdananya di Hungaria. Pembalap berusia 18 tahun itu berharap dapat mempertahankan penampilannya yang cukup baik selama berlaga di Sirkuit Spa, yang penuh tantangan, sekaligus merupakan sirkuit terpanjang untuk kejuaraan GP2 dan Formula 1
 
Sean pernah membalap di Spa tahun ini pada Kejuaraan Formula Renault 3.5. Sean nyaris mendulang poin saat itu, Sean sempat mencatatkan dirinya sebagai pembalap tercepat keempat saat melakoni sesi latihan bebas. Tujuan Sean kali ini adalah dapat menempatkan mobil Jagonya Ayam with Carlin di grid sambil terus belajar dan menambah pengalaman di Kejuaraan GP2 yang persaingannya sangat ketat.
 
Sirkuit Spa-Francorchamps dibuka tahun 1920 dengan masih menggunakan jalan raya. Walaupun sirkuit ini sudah berubah, tetap saja sirkuit ini sulit ditaklukan oleh para pembalap. Terletak di Pegunungan Ardennes di bagian timur Belgia, sirkuit ini memiliki perbedaan ketinggian yang dramatis. Misalnya di tikungan terkenal, Eau Rouge, merupakan awal dari pendakian setinggi 80 meter untuk memasuki rangkaian tikungan di Les Combes.
 
Sebagian besar lintasan sepanjang tujuh kilometer ini akan ditempuh dengan kecepatan tinggi, dimana top speed GP2 di Spa adalah sekitar 300 km/jam saat melewati lintasan lurus The Kemmel. Bahkan, diperkirakan sekitar 72 persen lintasan akan dijalani oleh mobil-mobil Dallara-Mecachrome bertenaga besar dengan kecepatan penuh. Artinya ada sekitar 5 kilometer dimana para pembalap akan menginjak penuh pedal gasnya, lebih lama dari seluruh lintasan di beberapa sirkuit, seperti Hungaroring, Monaco, Barcelona dan the Red Bull Ring.
 
Sean dan tim mekaniknya harus fokus untuk mendapatkan keseimbangan antara mencapai kecepatan maksimal dan setingan yang memungkinkan Sean melaju kencang saat melewati tikungan-tikungan panjang di sektor tengah lintasan. Apabila lebih banyak downforce untuk memperoleh kecepatan saat melewati tikungan di sektor tengah lintasan, maka akan merugikan saat melewati lintasan lurus. Apabila mengurangi downforce untuk menambah kecepatan akan mengakibatkan si pembalap kesulitan menguasai kendaraannya di sektor tengah, sekaligus akan mengakibatkan ban cepat rusak.
 
Yang terpenting, Sean harus dapat memperoleh pengalaman dan kepercayaan diri sebanyak-banyaknya di Kejuaraan GP2. Sebagai pendatang baru, Sean bertarung melawan pembalap-pembalap yang sudah berada di level ini selama setengah dekade. Sebuah akhir pekan yang baik di Spa akan membuat persiapan Sean lebih maksimal untuk menghadapi masa-masa sibuk dalam balapan, dimana Sean harus bertarung di enam balapan selama kurang lebih sembilan minggu ke depan.
 
Untungnya, Sean telah mengisi ulang baterainya setelah menjalani liburan singkat di rumah rekan satu timnya di Jagonya Ayam with Carlin, Antonio Giovinazzi, di bagian selatan Italia. Bahkan sang tuan rumah sangat terkesan dengan kemampuan Sean yang dengan cepat dapat mempelajari cara memasak makanan Itali.
 
“Saya sudah tidak sabar untuk datang ke Spa, demikian juga para pebalap lain,” kata Sean. 

“Kami memperlihatkan tanda-tanda yang menggembirakan saat menjalani balapan pertama GP2 di Hungaroring, jadi walaupun Spa akan sangat berbeda, saya berharap untuk terus maju dan berkembang. 

"Target utama saya adalah rekan satu tim saya di Carlin, Julian Leal, dimana saya sudah berada sangat dekat dengannya saat di Hungaria. Julian pernah naik podium di Spa tahun 2013, jadi mari berharap dia dan saya dapat menemukan performa terbaik kami. Apapun yang terjadi, menambah pengalaman adalah kunci dan yang terpenting adalah mencapai garis finish di semua seri dan balapan, sehingga saya bisa belajar sebanyak yang bisa saya lakukan.”


(RIZ)