Ini Rincian PMN untuk BUMN di RAPBN 2016

Husen Miftahudin    •    Rabu, 19 Aug 2015 07:39 WIB
rapbn 2016
Ini Rincian PMN untuk BUMN di RAPBN 2016
Ilustrasi -- FOTO ANTARA/Prasetyo Utomo

Metrotvnews.com, Jakarta: Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) 2016 telah ditetapkan. Dalam RAPBN tahun depan tersebut, pemerintah mengurangi anggaran Penyertaan Modal Negara (PMN) untuk Badan Usaha Milik Negara (BUMN) menjadi Rp39,42 triliun dari Rp64,88 triliun dalam APBN 2015 ini.

Direktur Jenderal Anggaran Kementerian Keuangan (Kemenkeu), Askolani mengatakan, rendahnya anggaran PMN untuk BUMN tersebut karena pemerintah ingin lebih selektif dalam menyalurkan dana tersebut. Tak ayal, beberapa perusahaan yang menerima PMN tahun depan akan dihapuskan.

"Kebanyakan memang untuk melanjutkan yang eksisting dan hanya untuk penajaman saja. Kita kan mau evaluasi, dulu agak massif sekarang lebih targeted atau selektif," ujar Askolani singkat ditemui di Gedung DPR, Senayan, Jakarta Pusat, Selasa, 18 Agustus 2015.

Dia melanjutkan, dalam RAPBN tahun depan perusahaan pelat merah yang akan menerima dana PMN hanya sebanyak 24 perusahaan. Padahal dalam APBN 2015, terdapat sebanyak 39 perusahaan BUMN yang mendapatkan anggaran PMN.

Selain itu, sambung Askolani, dalam RAPBN 2016 alokasi PMN sebesar Rp48,21 triliun dibagi dalam tiga kelompok besar. Pertama adalah PMN untuk BUMN sebesar Rp39,42 triliun. Kedua, PMN untuk organisasi atau lembaga keuangan internasional (LKI) sebesar Rp3,74 triliun. Sedangkan ketiga adalah PMN untuk keperluan lainnya sebesar Rp5,06 triliun.

Berikut rincian PMN Rp 39,42 triliun untuk BUMN di RAPBN 2016:

Penerima PMN dalam bentuk tunai:
1. Perum Bulog Rp2 triliun.
2. PT Perusahaan Perdagangan Indonesia (Persero) Rp500 miliar.
3. PT SMI (Persero) Rp5 triliun.
4. PT Sarana Multigriya Finansial (Persero) Rp1 triliun.
5. PT Penjaminan Infrastruktur Indonesia (Persero) Rp1 triliun.
6. PT Hutama Karya (Persero) Rp3 triliun.
7. PT Wijaya Karya Tbk Rp3 triliun.
8. PT Pembangunan Perumahan Tbk Rp2 triliun.
9. PT Angkasa Pura II (Persero) Rp2 triliun.
10. PT Jasa Marga Tbk Rp1,25 triliun.
11. PT PLN (Persero) Rp10 triliun.
12. PT Geo Dipa Energi (Persero) Rp1,16 triliun.
13. PT Krakatau Steel Tbk Rp1,5 triliun.
14. PT Industri Kereta Api (Persero) Rp1 triliun.
15. PT Barata Indonesia (Persero) Rp500 miliar.
16. PT Bahana Pembinaan Usaha Indonesia Rp500 miliar.
17. PT Askrindo (Persero) Rp500 miliar.
18. Perum Jamkrindo Rp500 miliar.
19. PT Reasuransi Indonesia Utama (Persero) Rp500 miliar.

PMN untuk BUMN dalam bentuk nontunai:
20. PT Perikanan Nusantara (Persero) Rp29,4 miliar.
21. PT Rajawali Nusantara Indonesia (Persero) Rp692,5 miliar.
22. Perum Perumnas Rp235,4 miliar.
23. PT Pelayaran Nasional Indonesia (Persero) Rp564,8 miliar.
24. PT Amarta Karya (Persero) Rp32,1 miliar.
‎25. PT Krakatau Steel Rp956,5 miliar‎.

"Sebenarnya ada 24, karena Krakatau Steel terima tunai dan nontunai, sehingga dihitung dua kali," tutup Askolani.


(AHL)