Bayang-Bayang Yuan Masih Hantui Rupiah

Dian Ihsan Siregar    •    Rabu, 19 Aug 2015 08:01 WIB
kurs rupiah
Bayang-Bayang Yuan Masih Hantui Rupiah
Ilustrasi -- FOTO: Antara/Gunawan Wibisono

Metrotvnews.com, Jakarta: Imbas devaluasi Yuan mulai mereda, kendati belum sepenuhnya memberikan sentimen positif pada laju rupiah. Sehingga masih membuat rupiah terhadap dolar AS (USD) terus mengalami pelemahan.

"Kekhawatiran akan penembusan support psikologis pun kembali terjadi, sehingga membuat laju rupiah tetap di tren pelemahannya," tutur Kepala Riset NH Korindo Securities Indonesia Reza Priyambada dalam keterangan risetnya yang ‎diterima‎ Metrotvnews.com, Rabu (19/8/2015).

Dia menyebutkan, masih terlihat melemahnya laju yuan terhadap USD turut berpengaruh pada pelemahan rupiah. Bahkan rilis surplus neraca perdagangan kurang ditanggapi, karena nilai ekspor dan impornya mengalami penurunan.

Seperti diketahui, nilai ekspor Indonesia Juli 2015 mencapai USD11,41 miliar atau mengalami penurunan sebesar 15,53 persen bila dibanding ekspor Juni 2015. Sementara bila dibanding Juli 2014 mengalami penurunan sebesar 19,23 persen.

"Nilai impor Indonesia Juli 2015 mencapai USD10,08 miliar atau turun 22,36 persen dibanding Juni 2015. Demikian pula bila dibanding Juli 2014 turun 28,44 persen," ujar Reza.

Menurut dia, pergerakan rupiah belum akan sepenuhnya merdeka dari bayang-bayang pelemahan. Adapun laju rupiah akan berada di bawah target support Rp13.777 per USD. Kemudian, belum adanya sentimen positif membuat rupiah dapat berpotensi kembali melemah.

‎Reza berharap kepada investor untuk tetap mencermati setiap sentimen dan berita yang dirilis. "Dalam satu hari ini laju rupiah akan berada di level Rp13.842-Rp13.825 per USD (kurs tengah BI)," tutup Reza.


(AHL)