Peradi: Farhat Abbas Langgar Kode Etik Advokat

- 06 Juni 2013 17:41 wib
MI/Susanto/ip
MI/Susanto/ip

Metrotvnews.com, Jakarta: Ketua Dewan Kehormatan Perhimpunan Advokat Indonesia (Peradi) Leonard P Simorangkir menanggapi berita pengacara Farhat Abbas yang dituding sebagai calo perkara.

Menurutnya, seorang advokat yang menjanjikan klien dapat menyelesaikan kasus dengan memberikan honorarium merupakan pelanggaran kode etik advokat kategori berat.

"Saya tidak membicarakan Farhat Abbas secara khusus. Tapi secara umum, bila seorang advokat menjanjikan sesuatu kepada kliennya atau kontrak dengan sejumlah honorarium bahwa kasus akan selesai, itu merupakan pelanggaran kode etik advokat kategori berat," kata Leonard P Simorangkir saat dihubungi, Kamis (6/6).

Sebelumnya, pengacara terpidana seumur hidup kasus narkoba, Liem Marita alias Aling, Nancy Yuliana melaporkan Farhat Abbas ke Polda Metro Jaya dengan laporan bernomor LP/1559/V/2013/Ditreskrimum Polda Metro Jaya tertanggal 11 Mei 2013 atas dugaan Pasal 378 KUHP dan atau Pasal 372 KUHP tentang penipuan dan atau penggelapan.

Berdasarkan laporan polisi, Aling dijanjikan mendapatkan keringanan hukuman dari seumur hidup menjadi penjara selama 15 tahun dengan syarat menyediakan dana Rp3 miliar.

Janji pertama belum terealisasi, Farhat kembali menjanjikan Aling mendapatkan keringanan hukuman dari 15 tahun menjadi 10 tahun penjara dengan syarat menyerahkan uang Rp2 miliar. Farhat berjanji akan mengajukan peninjauan kembali (PK) untuk kedua kali ke Mahkamah Agung.

Aling sempat mentransfer uang ke rekening milik Farhat dan secara tunai melalui temannya dalam bentuk mata uang dolar Singapura dengan jumlah total mencapai Rp5,75 miliar.

Hingga kini, Aling tidak mendapatkan keringanan hukuman. Bahkan, pihak Mahkamah Agung menyatakan pelapor tidak pernah mengajukan peninjauan kembali (PK).

Menurut Leonard, tidak ada PK kedua dalam hukum. "Jika uji materiil dengan memungut uang sangat besar, maksudnya apa? Dipergunakan untuk apa? Tidak ada dasar hukum dengan memungut sejumlah uang. Ada sesuatu yang tidak beres," kata Leonard.

Farhat mengakui ada kontrak tertentu antara dirinya selaku pengacara dengan kliennya, Aling. Dalam kontrak itu, Farhat tidak diwajibkan mengembalikan uang yang telah disetorkan Aling apabila tidak berhasil memperjuangkan keringanan hukuman baginya.

Saat ini, Aling menghuni Lembaga Pemasyarakatan Wanita Tangerang, Banten, setelah majelis hakim memvonis penjara seumur hidup pada 2011.

()

Hamzah Haz--MI/Susanto

Hamzah Haz Hadiri Mukernas PPP

23 April 2014 15:47 wib

MANTAN Ketua Umum Partai Presatuan Pembangunan Hamzah Haz menghadiri Musyawarah Kerja Nasional PPP Ke-III,…