Panen Tak Maksimal, Harga Tomat Petani Anjlok

Edwan Hadnansyah    •    Rabu, 19 Aug 2015 10:44 WIB
kekeringan
Panen Tak Maksimal, Harga Tomat Petani Anjlok
Petani tomat gagal panen (ilustrasi). (Metrotvnews.com/Ismail)

Metrotvnews.com, Cimahi: Sedikitnya 300 hektare lahan pertanian sayuran di sentra pertanian Cipageran Kota Cimahi, Jawa Barat tidak bisa dipanen secara maksimal akibat kekeringan selama tiga bulan terakhir. Petani mengaku rugi ratusan juta rupiah.

Kerugian cukup besar dialami para petani tomat. Akibat kemarau panjang, kualitas buah tomat sangat buruk. Ukuran tomat yang kecil dan banyak yang busuk. Akibanya, harga jual tomat turun drastis. 

Satu kilogram tomat dihargai Rp300-Rp500. Padahal, biasanya tiap kali panen tomat dihargai hingga Rp6.500 per kilogram. 

"Karena kualitas tomatnya jelek dan banyak yang busuk. Kira-kira ada kalau 300 hektare. Ruginya bisa ratusan juta," kata Rohimat, saat ditemui di areal pertanian di Cimahi, Rabu (19/8/2015).

Rohimat mengatakan tak sedikit pula petani yang enggan memanen tomat. Mereka membiarkan lahannya sembari menunggu musim hujan tiba.

Keputusan tersebut diambil karena petani tak mau menambah kerugian. "Kalau dipanen dan dibawa ke pasar sia-sia karena ongkos produksinya lebih mahal," kata Rohimat.

Kini, para petani banyak yang beralih ke tanaman palawija, sembari berharap bantuan pemerintah untuk mengaliri lahannya. "Semoga ada bantuan air dari pemerintah," katanya berharap.


(SAN)