Realisasi Impor Permata Bali Capai USD3,9 Juta

Antara    •    Rabu, 19 Aug 2015 11:14 WIB
impor
Realisasi Impor Permata Bali Capai USD3,9 Juta
Ilustrasi (ANTARA FOTO/Puspa Perwitasari)

Metrotvnews.com, Denpasar: Realisasi perdagangan impor khusus batu permata, mutiara, logam mulia, dan perhiasan imitasi lainnya ke Bali setiap bulannya meningkat hingga seluruhnya mencapai USD3,9 juta selama lima bulan, yakni periode Januari-Mei 2015.

Kepala Perwakilan Bank Indonesia (BI) Provinsi Bali Dewi Setyowati, dalam laporan kajian ekonomi regional Bali, menyebutkan, impor berbagai jenis permata itu sejalan dengan perkembangan ekonomi daerah ini.

Ia menjelaskan, pemasukan salah satu komponen perhiasan yang dipadukan dengan perak dan emas sangat diperlukan sebagai bahan baku aksesori, kemudian setelah diolah kemudian diekspor kembali sesuai permintaan pasar.

"Krisis ekonomi dunia yang melanda sejumlah negara maju tampaknya belum menyurutkan impor berbagai jenis logam mulia, yang jumlahnya hampir disesuaikan dengan keperluan yang ada," ungkapnya, di Denpasar, Rabu (19/8/2015).

Pengusaha Bali memerlukan mutiara, batu permata, dan logam mulia dari luar negeri untuk memenuhi permintaan pasar mancanegara. "Kami mengimpor permata untuk diekspor kembali," tutur Made Muliarta, seorang  pengusaha di Gianyar.

Permata yang dibeli oleh pengusaha di Bali umumnya didatangkan dari Asia seperti asal Thailand, bahkan ada yang dari Eropa disamping dipenuhi dari permata produksi dalam negeri seperti asal Kalimantan dan Sumatera. 

Tidak saja wisatawan asing yang senang dengan perhiasan yang diisi permata dan logam mulia, pelancong nusantara juga banyak mengoleksi aksesori dengan permata yang dibubuhi batu permata yang konon memiliki hasiat.


(ABD)

Pergantian Ketua DPR Disebut Melibatkan Aburizal Bakrie

Pergantian Ketua DPR Disebut Melibatkan Aburizal Bakrie

19 minutes Ago

Wakil Ketua Fraksi Partai Golkar Ridwan Hisjam menyebut Ical, sapaan Aburizal, setuju dengan su…

BERITA LAINNYA