Mendag: Kinerja Ekspor Juli 2015 Masih Lemah

Gervin Nathaniel Purba    •    Rabu, 19 Aug 2015 12:57 WIB
ekspor
Mendag: Kinerja Ekspor Juli 2015 Masih Lemah
Mendag Thomas Lembong (tengah) (MTVN/Gervin Nathaniel Purba)

Metrotvnews.com, Jakarta: Menteri Perdagangan (Mendag) Thomas Lembong menyatakan bahwa pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (USD) belum bisa dimanfaatkan secara maksimal bagi dorongan kinerja ekspor Tanah Air.

Menurut Thomas, hal ini ditandai dengan masih melemahnya kinerja ekspor di Juli 2015. Pasalnya, total ekspor Juli 2015 tercatat masih mengalami penurunan sebanyak 15,5 persen (month to month/mom) dan 19,2 persen (year on year/yoy).

"Secara rinci, kinerja ekpor nonmigas pada Juli 2015 tercatat sebesar USD10,0 miliar. Turun 17,2 persen (mom) dan 14,1 persen (yoy). Sementara di sisi migas, kinerja ekspornya tercatat USD1,4 miliar, turun 1,3 persen (mom) dan 43,0 persen (yoy)," ujar Mendag Thomas, ketika ditemui di Kantor Kementerian Perdagangan (Kemendag), Jakarta, Rabu (19/8/2015).

Ia menambahkan, kinerja ekspor nonmigas Indonesia ke beberapa negara utama di Juli 2015 berkontribusi besar menekan nilai ekspor nonmigas. Penurunan terbesar dialami ekspor nonmigas ke Australia, Belanda, dan Singapura.

"Sementara selama Januari-Juli 2015 pertumbuhan ekspor nonmigas yang masih tumbuh positif antara lain Arab Saudi, Vietnam, India, Malaysia, dan Korea Selatan," ungkap Thomas.

Dirinya juga mengungkapkan kinerja ekspor di Juli 2015 dibandingkan Juli 2014 menunjukkan terjadinya penurunan pada seluruh sektor. Sektor yang dimaksud adalah pertanian, industri, migas, dan pertambangan. "Sektor pertanian turun 7,2 persen, sektor industri turun 16,4 persen, sektor migas turun 43,0 persen, dan sektor pertambangan turun 3,9 persen," jelasnya.

Namun, secara kumulatif selama Januari-Juli 2015 kinerja ekspor sektor pertanian memperlihatkan kenaikan tipis sebesar 0,02 persen dibandingkan pada periode yang sama di 2014 di tengah pelemahan sektor lainnya. 

Adapun sektor pertanian yang naik signifikan antara lain jagung, kopi, teh, rempah-rempah, serta kakao. Sedangkan sektor lainnya yang mengalami pelemahan dengan rincian sektor migas yang turun signifikan adalah minyak mentah, hasil minyak, dan gas.

Sedangkan sektor tambang yang turun signifikan yaitu batu bara sebesar 22,2 persen. Disisi lain, sektor industri yang turun signifikan antara lain CPO sebesar 7,9 persen, berbagai produk kimia turun 35,8 persen, dan bahan kimia organik turun 34,9 persen.

Selain itu, barang rajutan seperti mesin, kayu dan barang dari kayu merupakan produk-produk ekspor yang mengalami peningkatan sangat signifikan pada Juli 2015 (yoy) dengan pertumbuhan masing-masing sebesar 36.336,6 persen; 2.994,3 persen; dan 204,9 persen. 

Di sisi lain kinerja ekspor secara kumulatif periode Januari-Juli 2015 untuk produk bijih naik 482,6 persen, kerak naik 24,3 persen, dan abu logam naik 23,3 persen (yoy).


(ABD)

KPK Bakal Pelajari Pernyataan Miryam

KPK Bakal Pelajari Pernyataan Miryam

1 day Ago

Miryam S. Haryani yang menyebut ada pertemuan anggota Komisi III DPR dengan pejabat KPK setingk…

BERITA LAINNYA