Ahok Tak Masalahkan Rekrutmen Driver Gojek

Wanda Indana    •    Rabu, 19 Aug 2015 13:30 WIB
gojek
Ahok Tak Masalahkan Rekrutmen Driver Gojek
2000 warga memadati Senayan untuk mendaftar sebagai pengemudi Go-Jek. (Foto: Antara/Yustinus)

Metrotvnews.com, Jakarta: Gubernur DKI Jakarta Basuki `Ahok` Tjahaja Purnama tak mempermasalahkan rekrutmen driver secara massal yang dilakukan perusahaan aplikasi Go-Jek. Perusahaan itu dinilai dapat mengurangi pengangguran di Ibu Kota.
 
"Saya bilang harus cari solusi, jujur saja ojek itu kerjaan tambahan yang baik sebetulnya. Kalau bus kita sudah baik ojek akan tersegmentasi dengan baik," kata Ahok saat meresmikan Pasar Manggis di Setiabudi, Jakarta Selatan, Rabu (19/8/2015).
 
Mantan Bupati Belitung Timur ini mengetahui dukungannya kepada Go-Jek tak sejalan dengan kebijakan pembatasan sepeda motor di jalan-jalan protokol. Kata dia, banyak masyarakat yang membutuhkan pekerjaan yang layak dengan gaji yang sesuai.
 
"Tutup sebelah mata sajalah, kalau Go-jek saya dukung. Alasannya, banyak orang cari duit kalau orang di PHK. Saya banyak ketemu teman mereka setelah di PHK jadi ojek," ujarnya.
 
Seperti diketahui, lowongan kerja yang dibuka Go-Jek mengundang ribuan orang untuk datang ke Senayan, Jakarta. Alasan perusahaan aplikasi transportasi massal itu membuka layanan di Senayan, karena kewalahan melayani pendaftar yang datang ke kantor Go-Jek.

Rekrutmen dibuka dari 11 - 25 Agustus 2015. Sebagian besar pendaftar yang diproses adalah mereka yang sudah memasukkan data diri dan dokumen. Setiap hari, selama masa rekrut, ada sekitar 4.000 pendaftar yang diterima tim rekrutmen Go-Jek untuk proses verifikasi dokumen dan pengambilan atribut.
 
Dinas Perhubungan dan Transmigrasi (Dishubtrans) DKI Jakarta mengecam Go-Jek karena membuka lowongan besar-besaran untuk posisi driver. Apalagi, perusahaan angkutan berbasis aplikasi tersebut belum mengantongi payung hukum.
 
Kepala Dishubtrans DKI Andri Yansyah menegaskan, pihaknya bersama polisi, Organisasi Angkutan Darat DKI dan Dewan Transportasi Kota Jakarta DKI telah sepakat, operasional Go-Jek dan kendaraan berbasis aplikasi lainnya harus mengacu Undang-Undang (UU) No. 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan (LLAJ).
(FZN)