KPK Periksa Dua Panitera PTUN Medan

Achmad Zulfikar Fazli    •    Rabu, 19 Aug 2015 13:36 WIB
kpk tangkap hakim ptun
KPK Periksa Dua Panitera PTUN Medan
KPK. Foto: Panca Syurkani/MI

Metrotvnews.com, Jakarta: KPK memanggil dua panitera PTUN Medan, Agus Mustafa dan Bambang Suryanto. Mereka diperiksa sebagai saksi untuk tersangka Syamsir Yusfan dalam kasus dugaan suap di PTUN Medan.

"Mereka diperiksa sebagai saksi dari tersangka SY," kata Kepala Bagian Pemberitaan dan Publikasi KPK, Priharsa Nugraha, saat dikonfirmasi, Rabu (19/8/2015).

Selain itu, KPK juga akan memeriksa Dermawan Ginting sebagai tersangka kasus dugaan suap ini. Dermawan yang mengenakan baju tahanan KPK sudah terlihat tiba di gedung lembaga antikorupsi ini sejak pukul 11.30 WIB. Namun, ia tak berkomentar apa pun saat tiba dan langsung melenggang masuk ke ruang tunggu gedung KPK.

Syamsir Yusfan merupakan panitera sekaligus sekretaris PTUN Medan yang telah ditetapkan tersangka oleh KPK bersama tujuh orang lainnya, yakni Ketua PTUN Medan Tripeni Irianto Putro, Hakim PTUN Medan Amir Fauzi, Hakim PTUN Medan Dermawan Ginting, Pengacara Senior Otto Cornellis Kaligis.

Lalu, anak buah Kaligis, M Yagari Bhastara alias Gerry, Gubernur Sumatera Utara Gatot Pujo Nugroho dan istri mudanya Gatot, Evi Susanti.

Terbongkarnya suap di PTUN Medan berawal dari kasus Dana Bantuan Sosial dan Bantuan Daerah Bawahan (BDB) Sumatera Utara tahun anggaran 2012 dan 2013 yang menyeret mantan Kabiro Keuangan Sumut Ahmad Fuad Lubis. Kasus itu disidik Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara.

Kasus ini sudah diputus bebas di Pengadilan Tinggi Sumatera Utara. Berbekal putusan PT Sumut, Ahmad Fuad Lubis balik memperkarakan Kepala Kejaksaan Tinggi atas kasus yang menyeretnya. Fuad menunjuk Gerry jadi kuasa hukum. 

Fuad Lubis menggugat kewenangan penyelidikan Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara dalam perkara tersebut ke PTUN. Perkara ini dipegang Ketua PTUN Tripeni Irianto Putro dan Hakim Amir Fauzi, dan Hakim Dermawan Ginting. Ahmad Fuad Lubis pun diputus menang dalam gugatan di PTUN.

Usai membacakan putusan, Tripeni dan dua hakim, Gerry, serta panitera Syamsir Yusfan yang juga menjabat Sekretaris PTUN Medan, dicokok KPK pada Kamis 9 Juli.

Saat penangkapan, penyidik KPK mengamankan USD15 ribu dan SGD5 ribu dari ruangan Ketua PTUN Medan. Diduga kuat, mereka menerima uang suap yang diantarkan Gerry, pengacara Ahmad Fuad.


(KRI)

KPK yang Berani Jujur Hebat

KPK yang Berani Jujur Hebat

1 hour Ago

KERJA ekstra keras yang dilakukan Komisi Pemberantasan Korupsi untuk menjerat Setya Novanto dal…

BERITA LAINNYA