Ahli Nilai Penetapan Tersangka Kaligis Tak Sesuai Prosedur

Deny Irwanto    •    Rabu, 19 Aug 2015 13:59 WIB
kpk tangkap hakim ptunoc kaligis tersangka
Ahli Nilai Penetapan Tersangka Kaligis Tak Sesuai Prosedur
Chairul Huda memberikan keterangan saat sidang lanjutan praperadilan Novel Baswedan di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Jumat (5/6/2015). Foto: Bary Fathahilah/MI

Metrotvnews.com, Jakarta: Dosen Fakultas Hukum Universitas Muhammadiyah Jakarta Chairul Huda menuturkan, penetapan tersangka harus didahului proses penyelidikan dan penyidikan. Artinya, kata dia, penetapan tersangka O.C. Kaligis oleh KPK, jika tak ada penyelidikan dan penyidikan tak bisa dibenarkan. 

Hal tersebut diungkapkan Chairul saat menjadi ahli dalam sidang praperadilan O.C. Kaligis, tersangka suap hakim PTUN Medan, dengan termohon KPK, di Pengadilan Jakarta Selatan, Rabu (19/8/2015).

"Seharusnya dilakukan tindak pidana penyelidikan secara spesifik. Penyelidikan, penangkapan, berkenaan dengan bukti-bukti oleh sprindik, ada keterlibatan seseorang. Maka proses pemeriksaan bukti-bukti tadi untuk tersangka ini tidak bisa," ungkap Chairul saat bersaksi dalam persidangan di ruang sidang utama, PN Jaksel, Jalan Ampera Raya, Rabu (19/8/2015).

Dalam menetapkan status tersangka pada seseorang, Chairul menerangkan harus didahului dengan pemeriksaan atau memintai keterangan terlebih dahulu.

"Harus ada bukti-bukti, bukti-bukti keterangan saksi itu, kemudian penetapan tersangka sprindik, dan orang yang bersangkutan (Kaligis) itu harus memberikan keterangan di sprindik dia (Kaligis)," terangnya.

"Perlu kesabaran dalam hukum, kesabaran mengikuti proses. Fungsinya proses untuk melindungi seseorang dalam hukum. Petugas itu juga selain surat perintah penangkapan, surat tugas yang melakukan penangkapan juga perlu," tandasnya.

Kaligis resmi mengajukan gugatan praperadilan tersebut ke Pengadilan Negeri Jakarta Selatan pada Senin 27 Juli. Praperadilan Kaligis terdaftar di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan dengan nomor register 72/Pid.Prap/2015/PN.Jkt.Sel.

Selain penangkapan dan penetapan tersangka, kuasa hukum Kaligis juga mempermasalahkan adanya isolasi terhadap ayah dari Velove Vexia tersebut, yang meyebabkan hak-hak dasar Kaligis yang seharusnya dapat bantuan hukum, bertemu keluarga dan advokat tidak bisa dilaksanakan.

Kaligis resmi menjadi tersangka kasus dugaan suap hakim PTUN Medan. Pengacara senior ini diduga melanggar Pasal 6 ayat 1 huruf a dan Pasal 5 ayat 1 huruf a atau huruf b dan atau Pasal 13 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana diubah UU 20 Tahun 2010 jo Pasal 64 ayat 1 jo Pasal 55 ayat 1 KUHP.


(KRI)

Irman Kembali Diperiksa KPK sebagai Saksi Setnov

Irman Kembali Diperiksa KPK sebagai Saksi Setnov

10 hours Ago

KPK kembali memeriksa mantan Dirjen Dukcapil Kemendagri Irman. Irman diperiksa sebagai saksi un…

BERITA LAINNYA