Sekarung Uang di Trigana Air Utuh, Akan Diserahkan ke PT Pos

M Rodhi Aulia    •    Rabu, 19 Aug 2015 18:23 WIB
trigana air jatuh di papua
Sekarung Uang di Trigana Air Utuh, Akan Diserahkan ke PT Pos
Uang yang dibawa karyawan PT Pos Indonesia. Foto: MI/Marcel Kelen

Metrotvnews.com, Jakarta: Sebagian uang dari total Rp6,5 miliar untuk warga miskin di Kabupaten Pegunungan Bintang, Papua, yang dibawa pesawat Trigana Air masih utuh. Uang yang disimpan dalam karung tersebut akan diserahkan ke PT Pos di Papua.

"Uang ada di dua posisi (karung), satu terbakar dan satu masih bisa digunakan. Uang (utuh) itu sedang proses penyerahan dari Kepala Basarnas (Bambang Soelistyo) ke PT Pos di Jayapura atau di Sentani," kata Deputi Bidang Operasi SAR Basarnas Mayjen TNI Heronimus Guru di Kantor Basarnas, Kemayoran, Jakarta, Rabu (19/8/2015).

(Klik: 4 Pegawai Pos Penumpang Trigana Air Bawa Uang Rp6,5 Miliar)

Uang tersebut dibawa dengan Pesawat Trigana Air bersamaan dengan empat kantong jenazah pertama dari Bandara Oksibil, Kabupaten Pegunungan Bintang, ke Bandara Sentani, Jayapura. Kabasarnas Marsekal Madya FH Bambang Soelistyo juga ikut dalam penerbangan tersebut.


Petugas SAR gabungan menurunkan jenazah korban kecelakaan pesawat Trigana Air dari mobil di RSUD Oksibil, Kabupaten Pegunungan Bintang, Papua, Rabu 19 Agustus 2015. Antara Foto/Andika Wahyu

Semula, empat korban jenazah dan uang tersebut dibawa melalui jalur darat dari lokasi kejadian dengan berjalan kaki sepanjang 14 kilometer atau waktu tempuh empat hingga lima jam. Evakuasi melalui udara tidak memungkinkan karena cuaca buruk. Tim menyerahkan empat jenazah itu ke pihak Rumah Sakit Polri.

(Klik: Dana Rp6,5 Miliar PSKS Sudah Diasuransikan)

Adapun 50 korban sisanya sedang dalam perjalanan dan ditargetkan tiba di Jayapura malam ini. Rata-rata satu jenazah diangkut delapan hingga sepuluh orang. Dari puluhan korban itu, di antaranya empat karyawan PT Pos yang membawa uang untuk pembayaran program simpanan keluarga sejahtera tahap II kepada enam ribu warga di delapan Kecamatan di Oksibil, Papua.


(TRK)