Bikin 'Gaduh' Kabinet, Perilaku Rizal Ramli Digugat

Coki Lubis    •    Kamis, 20 Aug 2015 01:05 WIB
kabinet jokowi-jk
Bikin 'Gaduh' Kabinet, Perilaku Rizal Ramli Digugat
Menko Kemaritiman Rizal Ramli menyampaikan keterangan pers usai rapat kabinet di Kantor Presiden, Jakarta. (foto: Antara/Panca Syaurkani)

Metrotvnews.com, Jakarta: Sejak namanya Presiden Jokowi umumkan sebagai Menko Kemaritiman, Rizal Ramli langsung jadi sorotan. Selain faktor usia, juga rekam jejaknya yang bagi sebagian orang barangkali dianggap selalu mencari-cari kesalahan kebijakan ekonomi pemerintahan Jokowi-JK.

Setelah resmi dilantik sebagai menteri, nampaknya ekonom lulusan Jerman ini belum sadar benar dirinya sudah menjadi anggota Kabinet Kerja. Kritik terhadap kolega sesama menteri yang lebih patut disampaikan dalam forum internal, bahkan kementerian yang bukan di bawah Kemenko Maritim, justru Rizal ungkap ke media massa. 

Menteri ESDM Sudirman Said jadi 'korban' pertama. Rizal meminta Sudirman tidak terlalu sering ke luar negeri. Tidak lama setelahnya Menteri Rini Soemarmo yang disinggungnya soal pengadaan armada baru Garuda Indonesia dan proyek KA super cepat Jakarta-Bandung.

Puncaknya adalah menyebut target realisasi megaproyek pembangkit listrik 35 ribu MegaWatt sebagai tidak realistis. Dia juga menyatakan Wapres Jusuf Kalla selaku pengusul proyek memberi masukan berlebihan kepada Presiden Jokowi. Sontak saja JK menyambar mantan sejawatnya dalam kabinet era Gus Dur itu.

“Tentu sebagai menteri, harus pelajari dulu sebelum berkomentar. Memang tidak masuk akal. Tapi menteri harus banyak akalnya. Kalau kurang akal pasti tidak paham. Itu (proyek) kalau mau 50 ribu MW pun bisa dibuat,” ujar JK.

Rizal Ramli bereaksi keras dengan menantang atasanya itu debat terbuka. Sebuah blunder yang membuatnya menjadi sorotan netizen. Bukan karena ide solusinya terhadap misi menyelamatkan RI dari krisis energi, melainkan tindakannya sebagai lingkup kabinet. 

Metrotvnews.com memantau perbincangan di Twitter pada 18–19 Agustus 2015 ada 6.092 cuitan yang tentang Rizal Ramli. Sebanyak 64,9% diantaranya merupakan sentimen negatif. Sisanya terbagi dalam 21,18% netral dan 13,92% memandang positif atau mendukung.

Keseluruhan sentimen negatif itu yang fokus terhadap ensensi kritikan Rizal Ramli sangat kecil. Mayoritas adalah sikapnya sebagai anggota baru kabinet. Jelas itu artinya netizen menyatakan kekecewaannya hanya pada konteks perilaku.

Sedangkan untuk sentimen positif ini menyebut Rizal berfikir realistis untuk pengamanan bidang ekonomi. Bagi mereka bukan masalah bagaimana cara gagasan itu dilontarkan.
 


(LHE)