Utang Luar Negeri Melemah, BI Pantau Utang Swasta

Ade Hapsari Lestarini    •    Kamis, 20 Aug 2015 10:29 WIB
utang luar negeri
Utang Luar Negeri Melemah, BI Pantau Utang Swasta
Ilustrasi -- FOTO: MI/RAMDANI

Metrotvnews.com, Jakarta: Bank Indonesia (BI) memandang perkembangan utang luar negeri (ULN) pada triwulan II-2015 sejalan dengan pertumbuhan perekonomian domestik yang melambat.

Mengutip laman BI, Kamis (20/8/2015), Bank Indonesia akan terus memonitor perkembangan ULN, khususnya ULN sektor swasta. Hal ini dimaksudkan agar ULN dapat berperan secara optimal dalam mendukung pembiayaan pembangunan tanpa menimbulkan risiko yang dapat memengaruhi stabilitas makroekonomi.

Seperti diketahui, posisi ULN pada akhir triwulan II-2015 tercatat sebesar USD304,3 miliar, terdiri dari ULN sektor publik sebesar USD134,6 miliar (44,2 persen dari total ULN) dan ULN sektor swasta sebesar USD169,7 miliar (55,8 persen dari total ULN).

Perlambatan pertumbuhan ULN terutama terjadi pada ULN sektor swasta, dari 13,4 persen (yoy) pada triwulan sebelumnya menjadi 9,7 persen (yoy). Dengan perkembangan tersebut, debt service ratio (DSR) atau rasio utang terhadap pendapatan ekspor sedikit membaik dari 56,9 persen pada triwulan I-2015 menjadi 56,3 persen pada triwulan II-2015.

ULN sektor swasta pada akhir triwulan II-2015 terutama terkonsentrasi di sektor keuangan, industri pengolahan, pertambangan, dan listrik, gas dan air bersih. Pangsa ULN keempat sektor tersebut terhadap total ULN swasta mencapai 76,3 persen.


(AHL)