Titik Panas di Sumatera Naik Jadi 720

Antara    •    Kamis, 20 Aug 2015 10:47 WIB
kebakaran hutan
Titik Panas di Sumatera Naik Jadi 720
Ilustrasi kebakaran lahan. (Antara/Fikri Yusuf)

Metrotvnews.com, Pekanbaru: Jumlah titik panas di Pulau Sumatera meningkat signifikan. Dari sebelumnya 672 titik, hari Kamis (20/8/2015) meningkat jadi 720 titik panas yang tersebar di berbagai wilayah.

Analis Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika Stasiun Pekanbaru, Riau, Slamet Riyadi menjelaskan titik panas (hotspot) tersebut terpantau melalui Satelit Modis yang menggunakan sensor Terra dan Aqua.

"Khusus di Riau juga mengalami peningkatan. Kalau sebelumnya (Rabu 19/8) ada 84 titik, Kamis pagi ini sudah ada sebanyak 94 titik," katanya lewat telepon.

Menurut pantauan satelit, sejumlah daerah di Sumatera dominan mengalami peningkatan jumlah titik panas. Sumatera Selatan menjadi "penyumbang" terbesar dari sebelumnya 302 titik, saat ini menjadi 317 titik panas. Begitu juga dengan Jambi, kata Slamet, sebelumnya masih terdeteksi 224 titik panas dan saat ini meningkat jadi 247 titik.

Namun, untuk beberapa wilayah lainnya, jumlah titik panas ada yang tak mengalami peningkatan. Seperti di Bangka Belitung masih sebanyak 24 titik panas, Sumatera Barat sebanyak empat titik, Bengkulu tujuh titik, di Sumatera Utara tiga titik dan Kepri terdapat satu titik panas.

Sementara di wilayah Lampung, kata dia, justru terjadi penurunan jumlah titik panas yakni dari sebelumnya 26 titik, pagi ini menjadi 21 titik.

Slamet mengatakan, khusus di Riau, dari 94 titik panas yang terdeteksi satelit, sebanyak 58 titik memiliki tingkat kepercayaan di atas 70 persen bahwa itu merupakan peristiwa kebakaran lahan.

Sebanyak 94 hotspot tersebut tersebar di sejumlah wilayah kabupaten/kota. Di antaranya yang terbanyak adalah Indragiri Hulu dan Pelalawan, masing-masing 38 titik dan 24 titik panas. "Disusul Indragiri Hilir yakni 11 titik, Kampar delapan titik, Kuantan Singingi tujuh titik, serta Bengkalis dan Rokan Hulu masing-masing ada dua titik panas," katanya.

Jumlah titik panas paling sedikit berada di Kabupaten Siak dan Meranti, masing-masing satu hotspot. Ia mengatakan, meningkatnya jumlah titik panas tersebut menyebabkan sejumlah wilayah di Riau masih terselimuti kabut asap. 

Hasil pantauan di Pekanbaru kabut asap tampak lebih pekat dibandingkan sebelumnya. Namun dikabarkan hal tersebut belum berdampak buruk pada aktivitas penerbangan di Bandara Sultan Syarif Kasim.


(SAN)