BPBD Sebut Kelalaian Penyebab Korban Tenggelam di Bojonegoro

Antara    •    Kamis, 20 Aug 2015 12:18 WIB
BPBD Sebut Kelalaian Penyebab Korban Tenggelam di Bojonegoro

Metrotvnews.com, Bojonegoro: Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, mengatakan penyebab korban tewas tenggelam di Bengawan Solo dan sekitarnya adalah kelalaian manusia (human error). Ada 28 korban tewas tenggelam di wilayah hilir Bengawan Solo, sejak Januari hingga Agustus 2015.

"Penyebab kejadian tewas tenggelam hampir semua karena faktor kelalaian korban," kata Kepala BPBD Bojonegoro Andik Sudjarwo, di Bojonegoro, Jawa Timur, Kamis (20/8/2015).

Data yang dihimpun dari BPBD Kabupaten Bojonegoro, korban tewas tenggelam itu di berbagai wilayah mulai Bengawan Solo, sungai, embung, juga kubangan air lainnya. Seluruh korban diduga tidak bisa berenang. Padahal, di lokasi genangan air itu cukup dalam.

"Meski tidak bisa berenang biasanya korban berani bermain-main di sekitar genangan air, bahkan mandi," ujarnya.

Pemerintah setempat sudah menempatkan papan peringatan dilarang mandi di sungai dan embung di Bojonegoro. Namun banyak warga yang tidak menghiraukan peringatan itu.

Di antaranya dua korban yakni Budianto, 19, dan Bambang, 21 yang tenggelam di Kedung Maor, Desa Kedungsumber, Kecamatan Temayang, Bojonegoro. Kedua warga Desa Wadang, Kecamatan Ngasem, itu tak bisa berenang.

Saat itu, Budianto datang bersama tiga rekannya ke lokasi wisata alam Kedung Maor. Meski tidak bisa berenang, Budianto mandi di Kedung Maor yang airnya cukup dalam. Sementara tiga rekannya mandi di tepi Kedung Maor. Karena terlalu ke tengah, Budianto tenggelam. Bambang yang berusaha menolong, tapi karena juga tidak bisa berenang, akhirnya ikut tenggelam.

"Dua temannya tak berani menolong karena juga tidak bisa berenang," katanya.

Seluruh korban tewas tenggelam di daerahnya menerima uang santunan masing-masing sebesar Rp2,5 juta. "Santunan dua korban tewas tenggelam masing-masing Rp2,5 juta masih dalam proses. Menunggu data lengkap kedua korban dari kantor kecamatan asal korban," imbuh dia.

Mengantisipasi bertambahnya korban tenggelam, menurut dia, Pemerintah Kabupaten Bojonegoro sudah menginstruksikan kepada lembaga pendidikan di daerahnya. Mulai SD hingga SLTA untuk mewajibkan siswanya bisa berenang.

"Instruksi semua siswa wajib bisa berenang sudah diberlakukan sejak beberapa tahun lalu," pungkasnya.



 
(TTD)