Pedagang Ayam Potong di Pasar Kosambi Mulai Mogok Jualan

Roni Kurniawan    •    Kamis, 20 Aug 2015 14:50 WIB
daging ayam
Pedagang Ayam Potong di Pasar Kosambi Mulai Mogok Jualan
Foto: Tidak satu pun pedagang daging ayam potong berjualan di Pasar Kosambi, Kota Bandung, Jawa Barat/MTVN_Roni Kurniawan

Metrotvnews.com, Bandung: Pedagang daging ayam potong di Pasar Kosambi, Jalan Ahmad Yani, Kota Bandung, Jawa Barat, mulai mogok berjualan, hari ini 20 Agustus. Aksi mogok akibat kenaikan harga daging ayam itu dimulai pukul 12.00 WIB.

Rencananya aksi mogok berjualan itu dimulai pada Minggu, 23 Agustus nanti. Namun kenaikan harga daging ayam potong saat ini menyentuh Rp42 ribu per kilogram.

"Tadi pagi sebelum pada tutup, harga sekilonya sampai Rp42 ribu. Kalau di luar pasar (depan Pasar Kosambi) malahan sampai Rp43 ribu," kata Minah,45, seorang pembeli saat ditemui Metrotvnews.com di Pasar Kosambi, Kota Bandung, Jawa Barat, Kamis (20/8/2015).

Ade, 62, seorang pedagang daging ayam potong di Pasar Kosambi, mengaku ikut mogok jualan usai menerima surat edaran dari Persatuan Pedagang Warung dan Pasar Tradisional (Pesar) se-Bandung Raya. Apalagi pembeli mulai sepi sejak kenaikan harga daging ayam pascaLebaran kemarin.

"Yang belanjanya juga pada sepi, jadi libur dulu aja sampai Minggu. Itu juga sesuai surat edaran dari Pesat," kata Ade di lokasi yang sama.

Ade mengaku sempat menjual beberapa potong ayam dengan harga Rp40 ribu per kg sebelum pukul 12.00 WIB tadi saat memulai aksi mogok. Biasanya ia berjualan hingga pukul 15.00 WIB. Hasil penjualan tadi pagi itu akan ia simpan untuk berjualan kembali usai aksi mogok.

"Lumayan tadi terjual 25 ekor soalnya memang mungkin sudah pada tahu mau mogok. Biasanya mah jualan sampai jam 3 sore. Ya pendapatan tadi disimpan buat nanti jualan lagi," ujarnya.

Sisa daging ayam yang tidak terjual akan ia simpan di lemari pendingin. Ia dan pedagang ayam potong lainnya berharap pemerintah segera menstabilkan harga daging.


(TTD)