Bareskrim tak Mau Dibandingkan dengan KPK

Meilikhah    •    Kamis, 20 Aug 2015 14:50 WIB
korupsi migas
Bareskrim tak Mau Dibandingkan dengan KPK
Victor Simanjuntak. Antara Foto

Metrotvnews.com, Jakarta: Direktur Tindak Pidana Ekonomi Khusus Badan Reserse Kriminal Polri Brigjen Victor Simanjuntak membantah pengusutan kasus dugaan korupsi penjualan kondensat berlangsung lama. Penyidik, kata dia, berhati-hati dalam mengungkap kasus yang merugikan negara hingga Rp2 triliun itu.

Saat ini, pihaknya mengaku tengah menunggu penghitungan kerugian negara dari BPK. Dia juga meminta publik tak membandingkan proses pengusutan kasus di Bareskrim dengan di Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

"Di KPK penghitungan kerugian negara bisa cepat, makanya 20 hari bisa selesai. Kami juga sebenarnya 10 hari berkas penyidikan selesai, bisa. Tapi penghitungan kerugian negara ini kan USD154 juta, makanya kami tetap tunggu dari BPK," kata Victor, di Mabes Polri, Jalan Trunojoyo, Jakarta Selatan, Kamis (20/8/2015).

(Klik: Kasus Migas, PT TPPI Langgar Kebijakan Wapres)

Victor berencana melimpahkan kembali berkas penyidikan tiga tersangka kasus ini, yakni RP, HW, dan DH. Namun, pihaknya terhambat hasil analisis dan penghitungan kerugian negara yang masih digarap BPK. Berkas itu akhirnya akan kembali dilimpahkan ke Kejaksaan pada Jumat 21 Agustus, sambil menunggu hasil penghitungan dari BPK.

"Karena kerugian negaranya USD150 juta, tetapi polisi tidak punya kewenangan dan kapasitas untuk menyatakan kerugian negara. Karena ini adalah korupsi, maka unsur yang harus ada adalah kerugian negara. Bukan korupsi namanya, kalau tidak ada kerugian negara," jelas Victor.

(Klik: Periksa 6 Saksi, Bareskrim Incar Tersangka Lain di Kasus TPPI)


(TRK)