Q3 2015, Check Point Ungkapkan Meningkatnya Serangan Malware

Riandanu Madi Utomo    •    Kamis, 20 Aug 2015 15:04 WIB
security
Q3 2015, Check Point Ungkapkan Meningkatnya Serangan Malware
Serangan malware terus meningkat tahun ini

Metrotvnews.com: Perusahaan keamanan internet Check Point Software kembali merilis laporan keamanan terbarunya. Laporan kali ini mencakup berbagai ancaman keamanan yang telah menyerang berbagai organisasi di dunia selama kuartal ke-3 tahun 2015. Dalam laporannya tersebut Chek Point mengungkapkan bahwa pergeseran tren bisnis yang kini menuju sistem virtualisasi dan teknologi mobile telah membuat jenis ancaman berubah, sehingga perlu adanya antisipasi dan sistem pencegahan baru pada tren tersebut.

Hal tersebut terlihat dari jumlah serangan malware yang terus meningkat pesat. Check Point mengungkapkan adanya 106 serangan malware ke berbagai organisasi setiap jamnya. Jumlah tersebut meningkat pesat hingga 48 kali lipat jika dibandingkan dengan laporan tahun 2013 yang hanya 2,2 kali per jam. Check point juga mengungkapkan bahwa 83 persen organisasi telah terinfeksi bot pada tahun 2014 sendiri. Jumlah tersebut diperkirakan akan terus meningkat di tahun ini.

Selain ancaman malware, Check Point juga mengungkapkan bahwa perangkat mobile merupakan salah satu titik kelemahan dalam rantai keamanan. Hal tersebut dikarenakan perangkat mobile dapat menyediakan akses langsung yang lebih mudah ke aset-aset organisasional dibandingkan titik-titik intrusi lainnya. Dari penelitian yang dilakukannya, Check Point menemukan bahwa sebuah organisasi dengan lebih dari 2.000 perangkat yang terhubung ke jaringannya memiliki kemungkinan sebesar 50 persen bahwa di dalamnya terdapat setidaknya enam perangkat mobile yang tengah dibidik atau telah terinfeksi.

Perangkat mobile juga bukan satu-satunya titik yang menjadi ancaman utama yang ditemukan oleh Check Point. Aplikasi yang sering digunakan di kalangan organisasi juga merupakan salah satu titik ancaman keamanan utama yang dapat dengan mudah dimanfaatkan oleh para hacker. Tingginya ketergantungan organisasi pada aplikasi juga memperbesar ancaman di titik tersebut.

"Hanya dengan mempersenjatai diri lalu dikombinasi dengan pengetahuan dan solusi keaman yang kuat, organisasi dapat benar-benar melindungi diri dari ancaman yang terus berkembang tersebut. Dengan memiliki keamanan seperti tersebut di atas sebagai aset penting bagi perusahaan, Anda akan memiliki keamanan yang memiliki kesanggupan. Anda juga akan membuka peluang inovasi dan memiliki sebuah lingkungan yang mendukung performa dan produktifitas tinggi," ujar Amnon Bar-Lev, President Check Point Software Technologies. 


(ABE)