RS Hermina Jatinegara Rusak Terimbas Rusuh Kampung Pulo

Ilham wibowo    •    Kamis, 20 Aug 2015 15:13 WIB
penggusuran kampung pulo
RS Hermina Jatinegara Rusak Terimbas Rusuh Kampung Pulo
Bentrok warga Kampung Pulo-----Ant/M Adimaja

Metrotvnews.com, Jakarta: Rumah Sakit Hermina Jatinegara terkena imbas kericuhan penggusuran di Kampung Pulo, Kampung Melayu, Jatinegara, Jakarta Timur. Sejumlah material rumah sakit dirusak massa.

Pantauan Metrotvnews.com, terlihat kaca pintu ruang Instalasi Gawat Darurat (IGD) RS Hermina yang berada di Jalan Jatinegara Barat, pecah sebagian. Suwandi, 40, karyawan bagian marketing RS Hermina, menjelaskan, perusakan terjadi begitu cepat. Menurut dia, saat kejadian, karyawan dan petugas sekuriti berjaga di halaman RS Hermina untuk mengantisipasi warga.

"Kami karyawan dan sekuriti berjaga di depan, jaga-jaga biar gak ada warga atau provokator yang masuk ke sini. Ini kan rumah sakit, biar pasien tetap aman," kata Suwandi di RS Hermina, Jatinegara, Jakarta Timur, Kamis (20/8/2015).

Tiba-tiba, kata dia, beberapa petugas gabungan dari Polri dan Satpol PP mendatangi rumah sakit. Mereka meminta karyawan RS Hermina masuk ke dalam agar tidak terkena imbas bentrokan.

"Beberapa (oknum) Satpol PP dan Sabhara datang ke sini nyuruh kita masuk. Tapi kan ini rumah sakit, kita jaga-jaga juga kalau semisal ada pasien datang. Eh, malah kita yang diserang. Padahal enggak ada warga yang lari ke sini," jelasnya.

Suwandi tak habis pikir maksud petugas menyerang RS Hermina. Pasalnya, kelompok warga yang rusuh telah berlarian entah kemana.

"Enggak tahu saya, apa emang disengaja atau gara-gara misscomunication sama kita. Yang jelas mereka datang terus memukuli karyawan. Kaca pintu UGD juga dipecahin," tutup Suwandi.

Dari data yang berhasil dikumpulkan, dua pegawai RS Hermina terluka akibat kerusuhan itu. Saat ini, pegawai yang terluka masih dirawat di RS yang sama bersama tujuh korban lainnya.

Korban terluka yang dirawat di RS Hermina yakni, Agus Sobari, Slamet (karyawan RS), Bahrudin, Putra, Ilyas, Subur, Sarnito, M Syafii, dan Abdillah (warga Kampung Pulo). Rata-rata korban terluka di bagian kepala, dagu, tangan dan kaki.


(TII)