Penting! Stabilisasi Rupiah di Tengah Pelemahan Ekonomi Dunia

Eko Nordiansyah    •    Kamis, 20 Aug 2015 15:24 WIB
rupiah menguat
Penting! Stabilisasi Rupiah di Tengah Pelemahan Ekonomi Dunia
Ilustrasi rupiah. ANT/Rosa

Metrotvnews.com, Jakarta: Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia (BI) Mirza Adityaswara mengungkapkan kondisi perekonomian global yang sedang mengalami perlambatan memang memberikan tekanan terhadap pelemahan rupiah. Untuk itu, diperlukan kebijakan yang tepat untuk tetap menstabilkan nilai mata uang rupiah di tengah pelemahan ekonomi dunia.

Dirinya menjelaskan, Tiongkok yang biasanya tumbuh hingga 12 persen sekarang hanya 6,8 persen. Ekonomi Eropa pun mengalami perlambatan pertumbuhan. Sementara itu, negara emerging market yang lain, seperti Brasil, Afrika Selatan, Thailand juga mengalami tekanan. 

"Jadi Indonesia juga enggak sendirian menghadapi kondisi perekonomian dunia yang terjadi saat ini," ujarnya di Gedung Sekretariat Mahkamah Agung (MA), Jakarta Pusat, Kamis (20/8/2015).

Demikian halnya mata uang. Mata uang di dunia yang mengalami penguatan hanya terjadi pada mata uang Amerika Serikat (AS) dan Swiss. Sedangkan mata uang dunia lainnya, hampir mengalami pelemahan dengan presentase yang berbeda-beda.

"Ada yang melemah enam persen, ada 20 persen, ada yang sudah 30 persen seperti mata uang Brasil. Ini selama tahun ini, Indonesia melemah sekitar 10 persen, Malaysia lebih dari 16 persen. Ini isu global," tegasnya.

Untuk itu, diperlukan aturan dan kebijakan yang bisa mengawal rupiah untuk tetap bisa stabil di tengah pelemahan ekonomi dunia. 

"Tinggal bagaimana kita mengawal rupiah tetap stabil, supaya siap menghadapi situasi dunia yang memang sedang tidak baik ini," pungkas dia.


(SAW)