Mandra Didakwa Korupsi Rp1,4 Miliar

Renatha Swasty    •    Kamis, 20 Aug 2015 16:28 WIB
kasus korupsi
Mandra Didakwa Korupsi Rp1,4 Miliar
Mandra mendengar pembacaan surat dakwaan----MTVN/Renatha

Metrotvnews.com, Jakarta: Komedian betawi Mandra Naih alias Mandra, didakwa melakukan tindak pidana korupsi sebesar Rp1,4 miliar terkait pengadaan program siap siar di TVRI. Korupsi itu dilakukan Mandra bersama-sama dengan Iwan Chermawan (Direktur Utama PT Media Arts Image), Irwan Hendarmin (Direktur Program dan Berita TVRI) dan Yulkasmir (PPK).

"Terdakwa Mandra telah melakukan atau turut serta melakukan bersama sama melakukan perbuatan melawan hukum, melakukan perbuatan memperkaya diri sendiri atau orang lain," kata Jaksa Penuntut Umum Immanuel Richendry HOT, saat membacakan dakwaan di Pengadilan Tipikor, Jalan H.R. Rasuna Said, Jakarta Selatan, Kamis (20/8/2015).

Jaksa Immanuel membeberkan, pada 4 Mei 2012 dalam rangka launching 'Acara Baru Kemasan Baru' dan '50 Tahun Emas TVRI', perusahaan pelat merah itu melaksanakan kegiatan pengadaan program siap siar. Iwan lantas mendatangi Mandra dan menyampaikan soal pengadaan program siap siar itu. Dalam kesempatan itu, Iwan mengenalkan menantunya, Andi Diansyah pada Mandra.

Direktur PT Viandra Production itu lantas setuju untuk ikut lelang film-filmya. Tapi, di perusahaannya tak ada yang dapat mengurus dokumen lelang. Sehingga, Mandra akhirnya meminta Andi untuk mengurusnya.

Singkat cerita, Mandra memasukan lelang tiga filmnya yakni FTV Komedi 'Gue Sayang', 'Zorro' dan FTV Kolosal 'Jenggo Betawi'. Dalam perjalanan pengurusan dokumen lelang, Andi atas sepengetahuan staf PT Viandra, Nani Suryani, memasukkan satu film animasi robotik 'Zoid'.

"Pada saat pengurusan dokumen lelang TVRI, Andi menyampaikan kepada saksi Nani, 'Ini ada film kartun Zoid yang sudah dibicarakan antara Iwan dengan terdakwa Mandra' lalu dijawab Nani 'Ya udah mas, yang penting Pak Mandra sudah tahu'," beber Jaksa Immanuel.

Keempat film itu lalu disetujui dan dinilai tepat untuk ditayangkan. Penilaian dilakukan salah satunya oleh Irwan.

Padahal, kata Jaksa Immanuel, saat proses lelang program-program yang diajukan, film 'Zoid' yang diajukan adalah film luar negeri. Bukan film yang didistributori PT Viandra, milik Mandra. Selanjutnya, FTV Kolosal 'Jenggo Betawi' serta FTV komedi 'Gue Sayang' dan 'Zorro' diketahui bukan program first run, program ini pernah tayang di SCTV dan RCTI. Apalagi, PT Viandra telah habis masa izin perusahaannya.


Mandra (MTVN.Rentha)

Terkait temuan itu, panitia lelang tidak menindaklanjuti. Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Yulkasmir justru membuat surat penunjukan langsung pada PT Viandra untuk melakukan proyek, dan melakukan penandatanganan kerja sama.

Atas pembelian keempat film itu negara membayar Rp12.145.486.091. Masing-masing pembayaran FTV Komedi Rp4.208.543.182, pembayaran FTV kartun animasi robotik Rp2.060.352.000 dan FTV Kolosal Rp5.876.590.909. "Bahwa terdakwa Mandra telah memperoleh kekayaan dengan menerima Rp1.4 miliar dan saksi Iwan Chermawan memperoleh kekayaan Rp10.6 miliar," beber Jaksa Immanuel.

Terkait perbuatannya, Mandra didakwa dan diancam pidana Pasal 2 ayat (1) Jo Pasal 18 UU Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dan ditambah dengan UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang Perubahan atas UU Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi Jo 55 Ayat (1) ke-1 Jo Pasal 64 Ayat (1) KUHP.

Atas dakwaan Jaksa, kubu Mandra bakal mengakukan nota keberatan atau eksepsi. "Kami akan mengajukan eksepsi, eksepsi pribadi yang diajukan pak Mandra sendiri dan eksepsi oleh pengacara secara yuridis," kata penasihat hukum Mandra, Juniver Girsang.


(TII)