Warga Kampung Pulo: Kami Manusia, Bukan Binatang

Wanda Indana    •    Kamis, 20 Aug 2015 16:56 WIB
penggusuran kampung pulo
Warga Kampung Pulo: Kami Manusia, Bukan Binatang
Warga Kampung Pulo--Wanda

Metrotvnews.com, Jakarta: Warga Kampung Pulo tak berdaya melawan upaya relokasi yang dilakukan Satpol PP DKI. Usai 'berduel' melawan aparat pagi tadi, mereka menyerah dan segera berkemas barang-barang pindah ke rusun Jatinegara.

Saiful, 32, salah seorang warga di RT 02 Kampung Pulo, Jakarta Timur, mengaku masih tidak ikhlas harus pindah ke rusun. Selain belum diberi uang ganti rugi, dia tidak terima karena tinggal di bantaran Kali Ciliwung turun temurun.

"Kami manusia, bukan binatang. Kami warga asli di sini, bukan warga liar. Kami mau digusur, tapi mana ganti ruginya, jangan asal gusur gitu," kata Saiful kepada Metrotvnews.com, di lokasi penggusuran, Kamis (20/8/2015).

Saiful mengaku sudah tinggal puluhan tahun di lokasi penggusuran. Dia tak terima dianggap sebagai warga ilegal.
"Udah dari zaman Belanda, zaman kakek saya tinggal di sini. Ada RT/RW di sini, kita juga bayar pajak. Almarhum kakek saya bilang ini tanah adat," kata dia kesal.

Pemprov DKI mengerahkan empat alat berat jenis eskavator untuk menghancurkan rumah warga. Warga Kampung Pulo hanya terdiam melihat rumah mereka diratakan denan tanah. Mereka satu-persatu mulai meninggalkan rumah menuju rusun Jatinegara.

Pagi tadi warga sempat melawan. Bentrok pun terjadi. Bentrok antara warga Kampung Pulo dan Satpol PP menyebabkan 12 orang luka. Korban berasal dari dua pihak. Delapan korban adalah warga Kampung Pulo, empat korban lainnya petugas keamanan.

Pantauan Metrotvnews.com, situasi di Jalan Jatinegara Barat, kini sudah tenang. Tim Satuan Kejahatan dan Kekerasan Polda Metro Jaya menangkap 27 remaja yang diduga terlibat bentrok di Jalan Jatinegara Barat. Mereka dibawa ke Mapolda Metro Jaya.

Belasan anggota Jatanras sempat menyisir gang-gang di sekitar Jatinegara Barat, mencari orang yang terlibat kerusuhan. Tak butuh waktu lama, anggota memergoki beberapa remaja sedang bersembunyi di rumah dan makan.


(YDH)