Dana Minim, Ahok Tak Setuju Proyek LRT Dikerjakan Adhi Karya

Husen Miftahudin    •    Kamis, 20 Aug 2015 19:07 WIB
lrt
 Dana Minim, Ahok Tak Setuju Proyek LRT Dikerjakan Adhi Karya
Ilustrasi Adhi Karya. FOTO ANTARA/Prasetyo Utomo

Metrotvnews.com, Jakarta: Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama tak setuju jika proyek Light Rail Transit (LRT) dikerjakan oleh PT Adhi Karya Tbk (Persero). Menurut dia, Adhi Karya tak memiliki dana yang cukup sehingga ditakutkan proyek LRT akan senasib dengan proyek monorel yang gagal.

"Ya logika bisnis saja, Anda mau bikin proyek Rp7 triliun tapi Anda hanya pegang Rp1,5 triliun, kira-kira feasible (layak) tidak? Monorel apa tak cukup pengalaman buat kita? Kasih orang yang tidak punya duit buat bangun," ujar pria yang akrab disapa Ahok saat ditemui di kantor Kementerian Koordinator bidang Perekonomian, Jalan Lapangan Banteng, Jakarta Pusat, Kamis (20/8/2015).

Jika dipaksakan dan Adhi Karya meminjam kredit bank sebesar 70 persen dari total dana yang dibutuhkan, Ahok justru mempertanyakan jaminan pinjamannya. Pasalnya, Adhi Karya tak memiliki jaminan untuk dapat meyakinkan pihak bank agar mendapatkan dana segar untuk membangun proyek LRT.

"Pinjam kredit bank saja 30-70. Kalau kamu minjam ke bank, jaminan kamu apa? Trase DKI? Terus kalau kamu macet, disita bank, terus saya mau pakai trase saya lagi tidak?" cetus Ahok.

Menurut Ahok, Adhi Karya diperbolehkan untuk membangun prasarana LRT seperti stasiun, rel, dan depo di kawasan Bogor, Depok, dan Bekasi. 

"Kalau Adhi Karya mau masuk sebagai operator silakan lelang. Lelang rolling stocknya (kereta) saja, mana ada sih perusahaan bisa bangun dan kuasai prasarana dan rolling stock? Tidak mungkin," papar dia.

Ia memaparkan, beban prasarana pembangunan proyek itu sendiri sebesar 70-80 persen dari total keseluruhan biaya pembangunan. Jika prasarana itu dikerjakan seluruhnya, maka menurut dia, Adhi Karya tak akan bisa mendapatkan keuntungan.

"Beban prasarana tuh bisa 70-80 persen. Makanya tak bisa untung. Hongkong bisa untung karena ada properti. Pertanyaan saya Adhi Karya kuasai properti sepanjang jalan itu tidak? Tidak kan," imbuh Ahok.

Dia mengungkapkan, groundbreaking pembangunan LRT ini ditargetkan mulai dikerjakan pada Januari tahun depan. Soal kecukupan modal, dirinya yakin jika ditanggung dari dana pusat melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).

"Kalau ditanggung dari APBN, kami oke deh. Sehingga bisa dipakai bersama," pungkas Ahok.



(SAW)