91 Warga Asing Pelaku Kejahatan Cyber Diciduk

Deny Irwanto    •    Kamis, 20 Aug 2015 19:30 WIB
kejahatan cyber
91 Warga Asing Pelaku Kejahatan Cyber Diciduk
Sejumlah warga asing pelaku kejahatan cyber berserta barang bukti berupa telepon--Deny Irwanto/MTVN

Metrotvnews.com, Jakarta: Ditreskrimum Polda Metro Jaya menggerebek tiga rumah yang dihuni puluhan warga asing (WNA) asal Tiongkok dan Taiwan. Mereka ditangkap kerena melakukan kejahatan cyber lintas negara.

Penggerebekan dilakukan di satu rumah di Jalan Parangtritis No. 20 Ancol Barat, Jakarta Utara; di Jalan Adhyaksa No. 20 Lebak Bulus, Jakarta Selatan; dan di Jalan Adhyaksa, No. 26 Lebak Bulus, Jakarta Selatan.

"Mereka yang ditangkap melakukan kegiatan ilegal di Indonesia," kata Direktur Kriminal Umum Kombes Krishna di lokasi penggerebekan di Adhyaksa, No. 26 Lebak Bulus, Kamis (20/8/2015).

Krishna mengatakan, penyewa tiga rumah ini adalah koordinator lapangan puluhan WNA yang diciduk. Sementara, anggota komplotan penjahat ini masuk secara periodik, termasuk perangkat penipuan.

"Kita mendapatkan fakta ini adalah kejahatan trans-nasional, lintas negara, korbannya orang Cina, baik Cina daratan maupun Taiwan. Pelakunya adalah warga Cina daratan maupun Taiwan yang direkrut dengan bahasa berbeda-beda," terang Khrisna.

Krishna menambahkan, sponsor kejahatan ini diduga sebuah organisasi besar di Jepang. Warga Taiwan dan Indonesia cuma pelaksana di lapangan.

"Kami sudah tangkap pelaksana lapangannya," kata Krishna. "Kemudian kami menangkap kurang lebih 36 orang di Ancol, 29 di rumah ini dan 26 di rumah sebelah. Diduga mereka menjadi korban tindak pidana perdagangan orang untuk melakukan perbuatan jahat cyber dengan modus-modus tertentu dengan korban di luar negeri."

Krishna kembali mengatakan, pihaknya sudah berkoordinasi dengan Taiwan dan akan mendata WNA, lalu mendeportasi mereka ke negara asal. "Kami berharap mereka yang tertangkap dicekal agar tidak melakukan kejahatan serupa dikemudian haril. Faktanya, mereka dilatih, ada SOP-nya untuk melakukan penipuan ke negaranya sendiri," kata Khrishna.



(AZF)