Curhatan Riswana, Terdakwa Kasus 250 Kg Ganja

Arga sumantri    •    Kamis, 20 Aug 2015 22:04 WIB
ganja
Curhatan Riswana, Terdakwa Kasus 250 Kg Ganja
Riswana alias Aris alias Adul, 23, saat mendengarkan vonis Hakim Pengadilan Negeri Tangerang--Arga Sumantri/MTVN

Metrotvnews.com, Tangerang: Riswana alias Aris alias Adul, 23, divonis hukuman penjara seumur hidup atas dakwaan kasus kepemilikan narkoba jenis ganja seberat 250 kilogram (Kg). Pria yang sehari-hari mengaku sebagai tukang ojek ini menyatakan keberatan dan menyatakan banding atas putusan hakim.

Metrotvnews.com sempat berbincang dengan Riswana di ruang tahanan PN Tangerang, sesaat sebelum dimulainya sidang putusan hukuman terhadap dirinya. Riswana menampik kalau 250 Kg ganja itu adalah miliknya. Dia hanya diminta seseorang bernama Pak Ciek, untuk datang ke sebuah rumah kontrakan di Desa Nengnong, Cisauk, Tangerang, Banten, dan menjaga barang haram itu.

"Saya disuruh datang ke kontrakan tersebut, pas saya kesitu barang (ganja) uda enggak ada, katanya uda diamanin sama yang punya kontrakan," kata Riswana kepada Metrotvnews.com, Kamis (20/8/2015).

Kemudian, kata Riswana, selain menjaga, dia juga diminta untuk menyebarkan barang haram itu. Seorang bernama Pak Ciek, kata Riswana, menjanjikannya sejumlah uang.

"Pak Cie, itu telepon saya, kita kenal hanya lewat handphone. Dia sempat janjikan Rp100 ribu per kilonya buat saya," terang dia.

"Saya di bawa ke Polres Tiga Raksa. Waktu itu saya ditangkap sama Boim, tapi setelah BAP, saya tidak tahu lagi Boim ke mana. ya memang dikembangin. Tapi akhirnya sekarang cuma saya (dihukum) sendiri," tambahnya.

Riswana dicokok Polres Tangerang, Jumat 28 Nopember 2014 di sebuah rumah kontrakan di Kampung Nengnong, Kelurahan Cisauk, Kecamatan Cisauk, Kabupaten Tangerang, Banten. Saat itu polisi mengamankan barang bukti 250 kilogram (kg) ganja. Saat penangkapan, Riswana tidak sendiri, dia diciduk bersama dua rekannya yang lain, Puad Fatulloh alias Upu dan Riky Ardi alias Iki.

Jaksa penutut umum, mengajukan tuntutan hukuman mati pada pria yang sehari-hari diketahui sebagai tukang ojek itu. Riswana dituntut hukuman mati oleh jaksa penuntut umum lantaran terbukti melanggar Pasal 114 ayat (2) Undang Undang RI No. 35 tahun 2009 tentang Narkotika. Namun akhirnya majelis hakim memutuskan menjatuhkan pidana seumur hidup terhadap Riswana alias Aris.


(AZF)