Teman Eko: Tidak Mungkin Eko Jadi Provokator

M Rodhi Aulia    •    Jumat, 21 Aug 2015 02:31 WIB
penggusuran kampung pulo
Teman Eko: Tidak Mungkin Eko Jadi Provokator
Eko Prasetyo, 22, menjadi bulan-bulanan oknum Satpol PP di Kampung Pulo-- Foto:Istimewa

Metrotvnews.com, Jakarta: Warga Jalan Jatinegara Barat tak percaya Eko Prasetyo, 22, menjadi provokator dalam kerusuhan yang terjadi di lokasi penggusuran di Kampung Pulo, Jakarta Timur, Kamis 20 Agustus siang tadi.

"Tidak mungkin teman saya jadi provokator. Sehari-harinya dia anak yang baik. Ngerokok aja enggak," kata warga Jatinegara Barat sekaligus teman Eko, Fauzan kepada Metrotvnews.com di Rumah Sakit Carolus, Jakarta Pusat, Jumat (21/8/2015) dini hari.

Fauzan menuturkan, rekannya itu hanya terjebak dalam kisruh yang terjadi antara warga Kampung Pulo dengan Satpol PP. Kebetulan lokasi tempat tinggalnya bersebelahan dengan Kampung Pulo. Saat itu, Eko ingin menjemput adiknya yang masih duduk di kelas dua SD pulang sekolah lantaran khawatir terkena amukan.

Fauzan mengatakan, dirinya sempat bersama Eko sebelum terjadi pemukulan tersebut. Tapi saat itu, Fauzan mengaku sakit perut dan pergi ke kamar kecil. Kemudian, saat kembali, ia melihat kerumunan Satpol PP dan warga. Amukan merembet hingga kampungnya.

"Pas sampai di warung nasi yang masih dalam kawasan kampung kami, Satpol PP sudah banyak di lokasi. Tidak tahu kenapa, Eko dipukul oleh Satpol PP yang menyangka dia adalah provokator," beber Fauzan berdasarkan keterangan yang ia lihat di sejumlah foto.

Menurut Fauzan, Eko sempat diamankan di Polres Jakarta Timur. Namun, karena kondisi Eko yang penuh dengan luka di bagian kepala, Eko pingsan dan langsung dibawa ke Rumah Sakit Carolus sekitar pukul 14.30 WIB. Hingga berita ini diturunkan, Eko dalam keadaan koma dan sedang dalam proses operasi.

Pantauan di lokasi pukul 00.41 WIB, puluhan teman sejawat Eko satu kampung, datang menjenguk dan menunggu Eko di dekat UGD RS Carolus. Mereka akan menunggu sampai Eko siuman dan mendapatkan kejelasan terkait tuduhan Eko sebagai provokator.

"Kami ingin Satpol PP bertanggungjawab atas pemukulan ini. Kami ingin ada permintaan maaf dari Satpol PP," ujar Fauzan yang diamini puluhan rekan-rekan Eko.


(AZF)