Diduga Dihajar Satpol PP, Eko Jalani Operasi Dini Hari Ini

M Rodhi Aulia    •    Jumat, 21 Aug 2015 02:59 WIB
penggusuran kampung pulo
Diduga Dihajar Satpol PP, Eko Jalani Operasi Dini Hari Ini
Eko Prasetyo, 22, menjadi bulan-bulanan oknum Satpol PP di Kampung Pulo-- Foto:Istimewa

Metrotvnews.com, Jakarta: Warga Jalan Jatinegara Barat Eko Prasetyo harus menjalani operasi dini hari ini, lantaran mengalami luka yang parah di bagian kepala dan tubuhnya. Pria berusia 22 tahun ini mengalami luka akibat dihajar oknum yang diduga dari Satuan Polisi pamong Praja (Satpol PP) saat penggusuran di Kampung Pulo, Jakarta Timur, Kamis 20 Agustus siang tadi.

"Tadi dia masih di UGD dan baru sekitar 15 menit lalu masuk ruang operasi," kata salah seorang teman dekat Eko, Fauzan kepada Metrotvnews.com di Rumah Sakit Carolus, Jakarta Pusat, Jumat (21/8/2015) dini hari.

Untuk biaya, Fauzan mengatakan, Ketua RW setempat dan ayah dari Eko, Joni, mendapatkan sambungan telepon langsung dari Wali Kota Jakarta Timur, Bambang Musyawardana. Dalam sambungan itu, sang wali kota meminta agar keluarga dan kerabat dapat menahan diri dan menjanjikan menanggung seluruh biaya pengobatan.

"Biaya ditanggung oleh wali kota Jakarta Timur. Kita punya rekaman teleponnya (antara wali kota dan orang tua Eko)," ujar dia.

Fauzan membantah, rekannya termasuk bagian dari provokator. Sebab, Eko bukan warga Kampung Pulo. Saat itu, kata dia, Eko sedang menjemput adiknya yang masih duduk di kelas 2 SD. 

Tapi sayangnya, kata Fauzan, Eko malah jadi korban pemukulan Satpol PP. Tepatnya, saat kericuhan merembet ke kampungnya yang berbatasan langsung dengan Kampung Pulo. Secara tiba-tiba Eko diseret dan dipukul oleh oknum Satpol PP.

Menurut Fauzan, Eko sempat diamankan di Polres Jakarta Timur. Namun, karena kondisi Eko yang penuh dengan luka di bagian kepala, Eko pingsan dan langsung dibawa ke Rumah Sakit Carolus sekitar pukul 14.30 WIB. Hingga berita ini diturunkan, Eko dalam keadaan koma dan sedang dalam proses operasi.

Pantauan di lokasi pukul 00.41 WIB, puluhan teman sejawat Eko satu kampung, datang menjenguk dan menunggu Eko di dekat UGD RS Carolus. Mereka akan menunggu sampai Eko siuman dan mendapatkan kejelasan terkait tuduhan Eko sebagai provokator.

"Kami ingin Satpol PP bertanggungjawab atas pemukulan ini. Kami ingin ada permintaan maaf dari Satpol PP," ujar Fauzan yang diamini puluhan rekan-rekan Eko.



(AZF)