Ahok Minta Kasus Dugaan Satpol PP Salah Tangkap Diselidiki

LB Ciputri Hutabarat    •    Jumat, 21 Aug 2015 11:28 WIB
penggusuran kampung pulo
Ahok Minta Kasus Dugaan Satpol PP Salah Tangkap Diselidiki
Eko Prasetyo, 22, yang diduga menjadi korban salah tangkap oknum Satpol PP di Kampung Pulo-- Foto:Istimewa

Metrotvnews.com, Jakarta: Gubernur Provinsi DKI Jakarta Basuki `Ahok` Tjahaja Purnama meminta kasus dugaan adanya oknum Satpol PP yang salah tangkap dan melakukan kekerasan terhadap Eko Prasetyo hingga koma diusut. Suami Veronica Tan itu berjanji akan menyelidiki lebih lanjut. Pemerintah akan menanggung biaya pengobatan Eko sesuai aturan yang berlaku.
 
"Kalau ada keributan, secara naluri lari menghindar keributan. Makanya saya enggak tau kasusnya seperti apa. Yang penting apapun yang terjadi kita biayai dan tanggung," kata Ahok di Kantor Balai Kota, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jumat (21/8/2015).
 
Mantan Bupati Bangka Belitung itu menyebutkan, ada beberapa versi laporan yang dia terima. Beredar kabar, korban masuk ke tengah saat bentrokan terjadi.
 
"Makanya kita belum tahu juga. Laporan ke kita dua versi.  Kalau dia ikut masuk ke tengah saat bentrok, ya susah. Kalau orang yang ketakutan lihat ada ribut pasti menghindar," ujarnya.
 
Nasib nahas dialami Eko Prasetyo, 22. Ia babak belur dihakimi oknum Satpol PP saat penggusuran di Kampung Pulo, Jakarta Timur, Kamis 20 Agustus. Eko dituduh sebagai provokator yang menolak penggusuran.

"Iya, dia dituduh sebagai provokator," kata salah satu teman Eko, Richard Aditia Putra, saat dihubungi Metrotvnews.com, Jumat (21/8/2015) dini hari.

Saat ini, kata dia, Eko dalam keadaan kritis di Rumah Sakit St. Carolus, Jakarta, akibat luka lebam dan pecahnya sejumlah pembuluh darah di tubuhnya.

"Sekarang dalam keadaan tidak sadar, koma. Rahangnya patah, pembuluh darahnya pecah dan mukanya lebam," kata dia.


(FZN)