Kuasa Hukum Keukeuh Praperadilan OC Kaligis Tak Bisa Digugurkan

Deny Irwanto    •    Jumat, 21 Aug 2015 11:51 WIB
oc kaligis tersangka
Kuasa Hukum <i>Keukeuh</i> Praperadilan OC Kaligis Tak Bisa Digugurkan
Johnson Panjaitan. Foto: Bary Fathahilah/MI

Metrotvnews.com, Jakarta: Tim kuasa hukum kasus dugaan suap hakim PTUN Medan, Otto Cornelis Kaligis dan pengacara KPK tak mengajukan saksi dalam lanjutan sidang praperadilan hari ini. Dua kubu pemohon dan termohon hanya menyerahkan berkas kesimpulan dalam sidang yang digelar di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan.

Salah seorang kuasa hukum OC Kaligis, Johnson Panjaitan, mengatakan sidang praperadilan yang diajukan kliennya tidak bisa digugurkan meski berkas perkara Kaligis sudah dilimpahkan ke Pengadilan Tipikor. Johnson beralasan sidang di Tipikor belum digelar.

"Pertama, pokok perkara (gugatan praperadilan) tidak bisa gugur begitu saja. Karena belum dibacakan berkas dakwaan (di Tipikor)," kata Johnson usai persidangan di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Jalan Ampera Raya, Jumat (21/8/2015).

Sebagaimana diketahui, sidang perdana Kaligis di Tipikor sedianya digelar pada Kamis, 20 Agustus kemarin. Namun, Kaligis mengaku sakit, sehingga Majelis Hakim Pengadilan Tipikor memutuskan Kaligis untuk diperiksa dokter dari Ikatan Dokter Indonesia. Majelis juga menunda sidang di Tipikor sepekan kedepan.

Johnson kembali mengatakan, jika pelimpahan berkas kliennya yang dilakukan KPK kepada Tipikor hanya bentuk administratif dan belum dilakukan pemeriksaan. Sehingga Johnson yakin jika gugatan praperadilan kliennya tidak akan digugurkan.

"KPK baru sebatas pelimpahan administratif berkas perkara ke Pengadilan Tipikor. Itu sesuai dengan ketentuan di Pasal 82 KUHAP," bebernya.

"Kedua, berkas perkara seharusnya dibuat terpisah dari berkas operasi tangkap tangan. Harus ada penyelidikan baru, penyidikan baru, sprindik baru. Tidak bisa serta merta begitu saja. Kemudian tindakan penangkapan yang dilakukan KPK melanggar KUHAP, penahanan melanggar KUHAP, tindakan isolasi melanggar KUHAP," tandas Jonnson.


(KRI)