Kapolda: Ada Kecemburuan Antarwarga di Kampung Pulo

Lukman Diah Sari    •    Jumat, 21 Aug 2015 12:16 WIB
penggusuran kampung pulo
Kapolda: Ada Kecemburuan Antarwarga di Kampung Pulo
Petugas membawa seorang warga seusai bentrokan di Jalan Jatinegara Barat saat proses penertiban pemukiman kawasan Kampung Pulo, Jakarta Timur, Kamis 20 Agustus 2015. Foto: MI/Panca Syurkani

Metrotvnews.com, Jakarta: Kericuhan di Kampung Pulo, Jakarta Timur, diduga karena kelalaian pemerintah dalam mengurus administrasi. Ada warga yang puluhan tahun tinggal di Kampung Pulo tidak mendapatkan unit di Rumah Susun Jatinegara, sementara warga yang tinggal mengontrak dengan mudah mendapatkan unit rumah susun.

Hal itu disampaikan Kapolda Metro Jaya Irjen Tito Karnavian. Mantan Kapolda Papua ini bertemu tokoh warga dan agama, semalam. Dalam kesempatan tersebut, tokoh warga dan agama menceritakan kecemburuan warga yang sudah lama tinggal di Kampung Pulo dengan warga pendatang.

"Ada yang menyampaikan, ada yang sudah lama tinggal tapi tidak punya surat-surat. Ini minta difasilitasi untuk diberikan rusun. Saya sudah komunikasi dengan wali kota, meskipun tak ada surat. RT dan RW jelas tahu dan kenal mereka," kata Tito di Mapolda Metro Jaya, Jakarta Selatan, Jumat (21/8/2015).

Tito ingin Pemerintah Kota Jakarta Timur bisa mendata warganya dengan benar sehingga tak menimbulkan kecemburuan. "Yang sudah lama di sana, agar diakomodir. Ini imbauan ya. Ketua RT maupun RW (di Kampung Pulo) pasti memahami betul," ujarnya.


Warga bentrok dengan polisi dan Satpol PP di Jalan Jatinegara Barat saat proses penertiban pemukiman kawasan Kampung Pulo, Jakarta Timur, Kamis 20 Agustus 2015. Foto: MI/Panca Syurkani

Kapolda melanjutkan, Kepolisian akan terus menjaga keamanan dan ketertiban selama relokasi berlangsung. Dia mengatakan, Pemprov DKI menggusur pemukiman liar di bantaran Kali Ciliwung sesuai aturan hukum.

Seperti diketahui, warga bentrok dengan anggota Satpol PP dan polisi di Jalan Jatinegara Barat, Jakarta Timur, saat penggusuran bangunan di Kampung Pulo. Puluhan orang terluka akibat kejadian itu. 27 Orang ditangkap karena diduga sebagai provokator.

Hari ini, penggusuran kembali dilanjutkan. Kepolisian kembali menutup ruas jalan Kampung Melayu arah Salemba. Pemerintah memberikan kompensasi satu unit Rumah Susun Jatinegara kepada warga Kampung Pulo. Beberapa warga menolak kompensasi tersebut dan meminta pemerintah membayar ganti rugi.


(TRK)