Pengamat: Rupiah Berpotensi Tembus Rp14.000/USD

Angga Bratadharma    •    Jumat, 21 Aug 2015 13:45 WIB
rupiah
Pengamat: Rupiah Berpotensi Tembus Rp14.000/USD
Pengamat Ekonomi Farial Anwar (Foto: MTVN/Angga Bratadharma)

Metrotvnews.com, Jakarta: Pergerakan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (USD) dari waktu ke waktu terus mengalami tekanan yang begitu luar biasa. Jika pemerintah tidak melakukan tindakan yang signifikan berpengaruh terhadap laju rupiah, diperkirakan nilai tukar rupiah bisa terjun bebas di level Rp14.000 per USD.

Hal tersebut seperti salah satu kesimpulan yang disampaikan Pengamat Ekonomi Farial Anwar, ketika ditemui di Gedung MetroTV, Jakarta, Jumat (21/8/2015). "Ada skenario positif dan ada skenario negatif. Skenario negatifnya adalah nilai tukar rupiah bisa tembus di level Rp13.900 per USD ke atas. Ini menjadi kekhawatiran karena undervalued," ungkapnya.

Adapun skenario negatif yang dimaksudkan adalah bila bank sentral Amerika Serikat (AS) masih menunda atau memberikan ketidakpastian terkait kenaikan suku bunganya. Selain itu, karena ada perang mata uang, dan kinerja di dalam negeri karut marut sehingga membuat pasar mengurangi kepercayaannya kepada pemerintah.

"Ini bisa tembus Rp13.900 per USD ke atas. Apalagi, rupiah sekarang sudah undervalued. Sudah tidak lagi dengan fundamentalnya," ujarnya.

Sementara itu, skenario positif yang dimaksudkanya yakni bila bank sentral AS benar-benar menaikkan suku bunga dan berdampak kepada berkurangnya ketidakpastian, adanya perbaikan ekonomi di dalam negeri, serta pasar merespons positif masuknya sejumlah nama besar ke jajaran Kabinet Kerja Presiden Joko Widodo (Jokowi).

"Reshuffle kemarin atau tim ekonomi yang ada sekarang juga bisa memberikan program yang baik dan tidak carut marut. Dengan itu, skenario positif saya adalah rupiah bisa di level Rp13.400 per USD sampai dengan Rp13.500 per USD," pungkasnya.


(ABD)

Miryam Akui Mengarang Isi BAP Perkara KTP-el

Miryam Akui Mengarang Isi BAP Perkara KTP-el

7 hours Ago

Politikus Hanura Miryam S Haryani mengaku mencabut seluruh isi Berita Acara Pemeriksaan (BAP) d…

BERITA LAINNYA