4 Pimpinan DPRD Musi Banyuasin Jadi Tersangka

Yogi Bayu Aji    •    Jumat, 21 Aug 2015 17:46 WIB
kasus suap
4 Pimpinan DPRD Musi Banyuasin Jadi Tersangka
Plt Pimpinan KPK, Johan Budi SP-----MI/Rommy P

Metrotvnews.com, Jakarta: Empat Pimpinan DPRD Muba Banyuasin resmi jadi tersangka di Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Mereka terlibat kasus dugaan suap terkait Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) 2014 Bupati Muba Pahri Azhari dan pengesahan APBD 2015 Kabupaten Muba.

"Dari hasil keterangan saksi dan tersangka lainnya, penyidik menyimpulkan ada dugaan korupsi yang dilakukan oleh RI (Riamon Iskandar), DAH (Darwin A.H.), IH (Islan Hanura), dan AF (Aidil Fitri)," kata Pelaksana Tugas Pimpinan KPK Johan Budi di kantornya, Jalan H.R. Rasuna Said, Jakarta Selatan, Jumat (21/8/2015).

Riamon Iskandar diketahui merupakan Ketua DPRD Muba. Darwin A. H., Islan Hanura dan Aidil Fitri adalah wakil ketua DPRD Muba. Keempatnya diduga sebagai penerima suap dari Pemerintah Kabupaten Muba untuk melicinkan pembahasan APBD 2015.

"Mereka berempat diduga sebagai penerima suap," pungkas Johan.

Akibat perbuatannya, mereka disangka melanggar Pasal 12 huruf a atau huruf b, atau Pasal 11 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 Tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi juncto Pasal 55 ayat (1) ke-1 juncto Pasal 64 KUHP.

Lembaga antikorupsi memang tengah mengembangkan kasus dugaan suap di lingkungan DPRD Muba. KPK, pada 14 Agustus, menetapkan Bupati Muba Pahri Azhari dan istri, Lucianty Pahri, yang juga anggota DPRD Sumatera Selatan, menjadi tersangka.

Kasus suap DPRD Muba terbongkar pada operasi tangkap tangan KPK pada Jumat 19 Juni 2015. Saat itu, penyidik mengamankan empat tersangka, yakni anggota DPRD Muba dari Fraksi PDIP Bambang Karyanto, anggota DPRD Muba dari Fraksi Gerinda Adam Munandar, Kepala Dinas Pendapatan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (DPPKAD) Muba Syamsudin Fei dan Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Muba Fasyar.

Saat penangkapan, penyidik menyita uang tunai sekitar Rp2,5 miliar dalam pecahan Rp50 ribu dan Rp100 ribu dalam tas merah marun yang diduga uang suap. Uang itu diduga menjadi pelicin pembahasan APBD Perubahan Kabupaten Muba 2015.


(TII)

Golkar Ancam Pecat Dolly Kurnia

Golkar Ancam Pecat Dolly Kurnia

35 minutes Ago

Golkar akan menerapkakan aturan partai terhadap kader yang dianggap melanggar aturan dan indisi…

BERITA LAINNYA