Rupiah Melemah, Menkeu: Akibat Sentimen Berlebihan

Suci Sedya Utami    •    Jumat, 21 Aug 2015 18:21 WIB
rupiah melemah
Rupiah Melemah, Menkeu: Akibat Sentimen Berlebihan
Menkeu Bambang Brodjonegoro (Foto: MTVN/Suci Sedya Utami)

Metrotvnews.com, Jakarta: Menteri Keuangan (Menkeu) Bambang Brodjonegoro menilai, nilai tukar rupiah tengah berada pada kondisi tidak rasional. Hal ini terjadi lantaran pada penutupan perdagangan hari ini, rupiah ditutup di level Rp13.941 per USD atau hampir menembus angka Rp14.000 per USD.

Menurut Bambang, kondisi itu terjadi bukan karena disebabkan oleh fundamental yang tidak kuat, seperti kondisi defisit transaksi berjalan. Namun, yang terjadi adalah karena devaluasi mata uang yuan Tiongkok, ekonomi Amerika Serikat, dan juga harga minyak. Hal tersebut membuat pasar mengeluarkan sentimen yang berlebihan.

"Sentimen berlebihan itu mungkin karena khawatir akan currency war, karena price war di oil, dan spekulasi bahwa AS akan segera menaikkan tingkat bunga," kata Bambang, di Kantor Kementerian Keuangan, Jakarta Pusat, Jumat (21/8/2015).

Bambang menjelaskan, kombinasi persoalan tersebut yang ujungnya berakibat terhadap tekanan terhadap nilai tukar rupiah. Tekanan ini tidak hanya terjadi di Indonesia namun juga terjadi di negara lain. Tak dipungkiri memang sulit untuk membuat kondisi rupiah kembali mengalami perbaikan.

"Jadi ini kombinasi yang akhirnya berimbas pada semuanya. Irrationality karena menganggap dunia ini sedang tidak ada jalan keluar untuk bisa segera memulihkan kondisi perekonomian," pungkasnya.


(ABD)