Ini 5 Daerah yang Terbesar Mengendapkan Anggaran Negara

Suci Sedya Utami    •    Jumat, 21 Aug 2015 21:21 WIB
anggaran kementerian
Ini 5 Daerah yang Terbesar Mengendapkan Anggaran Negara
Menkeu Bambang Brodjonegoro. FOTO: REUTERS

Metrotvnews.com,Jakarta: Menteri Keuangan (Menkeu) Bambang Brodjonegoro mengatakan, dana daerah yang mengendap (idle) di perbankan kian meningkat. li 2015 tercatat mencapai sebesar Rp273,5 triliun.

Dari jumlah tersebut, Bambang menyebutkan lima besar daerah baik provinsi, kabupaten, maupun kota yang penyerapan anggaran daerahnya terbilang rendah.

Menurut dia provinsi DKI Jakarta merupakan daerah yang dana mengendapnya paling tinggi, disusul oleh Jawa Barat, Bali, Papua dan Kalimantan Timur.

"Kalimantan Timur saja dana mengendapnya di atas Rp3 triliun, kalau untuk daerah dampaknya luar biasa. Misal dipakai setengahnya, Rp1,8 triliun untuk dipergunakan dengan benar akan memacu pertumbuhan," kata Bambang di kantornya, Jakarta Pusat, Jumat (21/8/2015).

Berdasarkan kabupaten, Kutai Kartanegara menduduki posisi pertama yang dana menganggurnya paling besar di perbankan. Diikuti oleh Malang, Bengkalis, Berau, dan Bogor.

 
 
Sementara untuk tingkat kota Surabaya ada diurutan pertama yang banyak mengendapkan dana daerahnya di perbankan, dilanjutkan dengan Medan, Cimahi, Tangerang, dan Semarang.
 
Lebih jauh dia mengira, daerah tak serap secara optimal karena dana tersebut bisa dialihkan (carry over) ke tahun berikutnya jika tidak habis digunakan, tanpa harus meminta persetujuan legislator.
 
"Sepertinya mereka menganggap kalau tidak habis digunakan tahun ini, bisa dialihkan ke tahun depan," duga Bambang.
 
Asal tahu saja, jika ditilik lima tahun belakangan, posisi saat ini naik hampir melebihi tiga kali lipat dari posisi 2011. Pada Desember 2011 dana idle sebesar Rp79 triliun, Desember 2012 naik menjadi Rp92 triliun, Desember 2013 Rp98 triliun, dan Desember 2014 Rp113 triliun.
 
Dana ini mengalami peningkatan di Januari 2015 menjadi Rp168 triliun, Februari Rp181 triliun, Maret Rp227 triliun, April Rp253 triliun, Mei Rp255 triliun, Juni Rp253 triliun dan terakhir Juli Rp273,5 triliun.



(AHL)