Joko Anwar Bikin Film yang Beda dari Biasanya

Putu Radar Bahurekso    •    Sabtu, 22 Aug 2015 00:52 WIB
joko anwar
Joko Anwar Bikin Film yang Beda dari Biasanya
Konferensi pers film A Copy of My Mind (Foto: Metrotvnews.com / Putu Radar Bahurekso)

Metrotvnews.com, Jakarta: Sutradara Joko Anwar mengatakan bahwa ia sedang membuat film yang berbeda dari film yang biasa ia buat sebelumnya. Hal itu ia ungkapkan saat konferensi pers di Plaza Indonesia, Jakarta Pusat, Jumat (21/8/2015).

“Salah satu bedanya film ini dengan film saya yang sebelumnya adalah, film saya yang sebelumnya tidak menampilkan latar geografi dan waktu yang jelas, sedangkan film ini jelas di Jakarta dan pada saat ini,” ujar Joko.

Joko Anwar kali ini membuat sebuah film dengan judul A Copy of My Mind. Ini merupakan film panjang dari sebuah seri trilogi. Dua film lainnya berjudul A Copy of My Heart dan A Copy of My Soul. Namun Joko Anwar sendiri masih belum memastikan mana yang akan tayang kemudian sebagai film kedua.

“Film ini adalah sebuah cerita trilogi yang akan dilanjutkan dengan A Copy of My Soul dan A Copy of My Heart. Namun kita belum tahu mana yang akan diproduksi lebih dahulu. Namun masing-masing adalah film yang berdiri sendiri dan tidak bersambung namun tetap memiliki tema dan rasa yang sama,” ujarnya.

Joko Anwar juga menjelaskan tentang filmnya ini, “Genre film ini drama-romantis dan latar belakang ceritanya adalah situasi kehidupan politik di Indonesia. Karena biarpun kita orang biasa, kita sangat dekat dengan situasi politik.”

Selain itu, di tengah banyaknya film dengan tokoh-tokoh dan cerita yang mengangkat sejarah atau inspiratif, Joko Anwar ingin membuat sebuah film yang sederhana dan mudah diterima oleh masyarakat melalui sebuah cerita drama romantis.

“Kita ingin membuat sebuah time kapsul melalui film ini, kita ingin memberi gambaran tentang Indonesia saat ini. Ketika orang melihat ke belakang pada tahun 2015-an, orang bisa tahu bagaimana keadaan Indonesia yang sebenarnya. Karena itu kita berusaha membuat film ini senyata mungkin,” sambung Joko.

Film ini juga masuk kedalam Venice Film Festival 2015. Bersaing di kategori Orrizonti Competition dan menjadi satu-satunya film perwakilan dari Asia Tenggara. Film ini rencananya baru akan tayang di Indonesia pada Februari 2016 mendatang.


(AWP)