Pemilu 2014 bakal Jadi Malapetaka bagi Caleg dari Aktivis Minim Uang

   •    Rabu, 12 Jun 2013 21:30 WIB
Pemilu 2014 bakal Jadi Malapetaka bagi Caleg dari Aktivis Minim Uang
MI

Metrotvnews.com, Jakarta: Pemilu 2014 akan menjadi momok dan malapetaka bagi para bakal calon anggota legislatif (caleg) dari kalangan aktivis. Pasalnya, biaya politik untuk kampanye pada pemilu mendatang membengkak.

Wakil Ketua DPR Pramono Anung kembali menggambarkan, jika pada Pemilu 2009 seorang caleg menyediakan biaya kampanye sebesar Rp500 juta-Rp600 juta, untuk Pemilu 2014 setidaknya dana kampanye yang harus dipersiapkan oleh seorang caleg akan mencapai Rp1,2 miliar-Rp 1,5 miliar. Biaya ini meningkat lebih dari dua kali lipat dibandingkan pemilu terdahulu.

Dengan kondisi seperti itu, ia memperkirakan wajah anggota DPR hasil Pemilu 2014 tidak akan jauh beda dengan Pemilu 2009. Apalagi sistem kepemiluan yang digunakan masih sama. Ini membuat caleg dari kalangan aktivis yang diharapkan membawa perubahan di DPR sulit memenuhi tuntutan yang ada.

"Kondisi seperti ini bisa menjadi malapetaka bagi aktivis yang tidak memiliki modal," kata Pramono di Jakarta, Kamis (12/6)

Pramono mengatakan, membengkaknya biaya politik bagi para caleg merupakan implikasi langsung dari masa kampanye yang lebih panjang dibandingkan Pemilu 2009.

Politikus PDIP itu menceritakan, Undang-Undang Nomor 10 Tahun 2008 tentang Pemilu baru disahkan beberapa bulan menjelang pelaksanaan Pemilu 2009. Ini mengakibatkan caleg tidak sempat mempersiapkan dana yang besar untuk menghadapi pemilu.

Berbeda dengan persiapan Pemilu 2014. "Lain halnya dengan UU Pemilu saat ini, dimana sudah diketok palu satu tahun sebelumnya," kata Pramono.

Undang-Undang Nomor 8 Tahun 2012 tentang Pemilu Legislatif menetapkan sistim proporsional terbuka akan kembali diterapkan dalam Pemilu 2014. Dengan sistem itu, setiap calon anggota legislatif yang akan bertarung diwajibkan untuk memperoleh suara terbanyak agar dapat terpilih sebagai anggota DPR, dengan catatan partai lolos parliamentary threshold.