Waktunya Kampus Masuk Desa

Pelangi Karismakristi    •    Sabtu, 22 Aug 2015 06:00 WIB
desa tertinggal
Waktunya Kampus Masuk Desa

Metrotvnews.com, Jakarta: Pembangunan dan pemberdayaan masyarakat pedesaan, tidak pernah cukup bila pelakunya hanya pemerintah. Perguruan tinggi perlu berperan aktif dalam peran menularkan pengetahuan dan ilmu yang dapat mendorong tumbuhnya inovasi tepat guna sesuai kebutuhan desa bersangkutan.

Pemikiran ini mendasari Kementerian Pembangunan Desa, Daerah Tertinggal dan Transmigrasi mengajak perguruan tinggi masuk desa. Terutama perguruan tinggi di daerah yang dianggap lebih mampu mengenali kebutuhan dan potensi setempat.

“MoU dengan perguruan tinggi di perbatasan dan daerah tertinggal akan mendukung pembuatan kebijakan pembangunan desa dan pemberdayaan masyarakat yang berbasis hasil penelitian,” ujar Mendes Marwan Jafar.

Ada 10 universitas di daerah perbatasan yang telah menandatangani Memorandum of Understanding (MoU) dengan Kementerian Desa. Universitas Borneo Tarakan (Kaltim), Universitas Cinderawasih (Papua), Universitas Mataram (NTB), Universitas Nusa Cendana (Kupang), Universitas 
Pattimura (Ambon), Universitas Riau, Universitas Samratulangi (Manado), Universitas Syiah Kuala (Banda Aceh), Universitas Tanjung Pura (Pontianak) dan Universitas Tribuana (Kalabahi, Alor, NTT). 

Bagi perguruan tinggi, kerjasama ini adalah kesempatan untuk menyalurkan hasil-hasil kerja akademik mereka di lapangan. Pengetahuan, pemikiran dan ilmu yang dimiliki dapat diterapkan dan terus dikembangkan berkat adanya studi kasus-kasus baru. 

“Banyak program yang bisa disinergikan antara desa dengan perguruan tinggi. Tidak hanya infrastruktur tapi penguatan kapasitas masyarakat melalui alih ilmu dan pengetahuan," papar menteri kelahiran Pati, Jawa Tengah, ini.

Kerjasama serupa telah dijalin Kementerian Desa, PDT dan Transmigrasi dengan Universitas Gajah 
Mada (UGM) dan Institut Teknologi Bandung (ITB). Fokus kerjasama dengan UGM adalah penguatan kapasitas tenaga pendamping desa melalui program sekolah desa di bawah kendali Pusat Studi Pedesaan dan Kawasan.

“Saya berharap PSPK UGM berkontribusi dalam melakukan penguatan kapasitas tenaga pendamping yang akan bertugas meningkatkan SDM aparatur desa dan pendampingan administrasi keuangan pemerintahan desa,” kata Marwan.

Semetara kesepakatan dengan ITB fokus kepada pemberdayaan masyarakat desa bidang kewirausahaan desa. Tidak ketinggalan inovasi teknologi tepat guna untuk meningkatkan produktifitas potensi desa.

“Penerapan teknologi tepat guna dapat dikembangkan dengan berbagai model, termasuk untuk menopang Badan Usaha Milik Desa (BUMDesa) sebagai salah satu program Kementerian Desa," jelasnya.



(LHE)

Peran Novanto di Golkar Diambil Alih Sekjen

Peran Novanto di Golkar Diambil Alih Sekjen

6 minutes Ago

Partai Golkar tetap berjalan baik meski Ketua Umum Setya Novanto menjadi tersangka kasus korups…

BERITA LAINNYA