Presiden: Pengadaan Barang dan Jasa Sumber Penyimpangan Keuangan Negara

- 13 Juni 2013 03:00 wib
Antara/Andika Wahyu/vg
Antara/Andika Wahyu/vg

Metrotvnews.com, Jakarta: Presiden Susilo Bambang Yudhoyono menyebut ada empat hal yang menjadi sumber penyimpangan keuangan negara, yakni pengadaan barang dan jasa baik tingkat pusat dan daerah, bantuan sosial, pajak dan perijininan.

“Saya masih tetap mengindikasi, selama sembilan tahun saya menjadi Presiden, penyimpangan penggunaan uang negara lebih terpusat pada sejumlah hal,” katanya di Istana Negara, Jakarta, Rabu, pada acara penyerahan Laporan Hasil Pemeriksaan atas Laporan Keuangan Pemerintah Pusat (LHP LKPP) tahun 2012 dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK).

Menurut Presiden jika keempat bidang itu ditangani bersama-sama oleh pihak terkait maka hasilnya akan lebih baik lagi. Keempat bidang tersebut pengadaan barang dan jasa baik pusat dan daerah, bantuan sosial baik pusat dan daerah, pajak, dan perizinan. “Banyak sekali pimpinan daerah yang harus diperiksa penegak hukum karena perizinan, juga pengadaan barang dan jasa," katanya.

Menurutnya, laporan BPK itu dapat menjadi masukan bagi pemerintah untuk memperbaiki laporan keuangannya lebih baik lagi di masa mendatang. "Yang kita sentuh, kita perbaiki ini hulu dari penggunaan keuangan negara. Sistemnya, mekanismenya," katanya.

Presiden meyakini jika bagian hulu diperbaiki maka wilayah hilir juga akan semakin baik sehingga makin berkurang kasus-kasus yang ditangani oleh KPK, Kepolisian, dan Kejaksaan. Menurutnya, hal ini merupakan tindakan preventif karena tujuan dari penindakan itu bukan untuk mengadili seseorang tapi menyelamatkan keuangan negara.

Ketua BPK Hadi Purnomo pada kesempatan itu memberikan Buku LHP-LKPP Tahun 2012, yang merupakan bentuk pertanggungjawaban pelaksanaan APBN oleh pemerintah pusat. "Atas LKPP tahun 2012, BPK memberikan opini Wajar Dengan Pengecualian (qualified opinion). Yakni sama dengan opini yang diberikan BPK atas LKPP tahun 2011," katanya. (Akhmad Mustain)

()

MESKI sudah tercapai kata islah atau damai, namun kubu Ketua Umum Partai Persatuan Pembangunan Suryadharma…